Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga Oli Motor di Banjarbaru Naik, Pemotor Pasrah

Sheilla Farazela • Selasa, 9 Juni 2026 | 14:18 WIB
BENGKEL: Aktivitas di salah satu bengkel di Banjarbaru.(Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)
BENGKEL: Aktivitas di salah satu bengkel di Banjarbaru.(Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Kabar kurang sedap menghampiri para pemilik kendaraan roda dua.

Memasuki awal Juni 2026, harga oli mesin sepeda motor di pasaran kompak merangkak naik. Tak tanggung-tanggung, lonjakan harga menyentuh angka rata-rata Rp10 ribu per botol dibanding bulan sebelumnya.

Kondisi ini diakui oleh sejumlah pelaku usaha perbengkelan di Banjarbaru. Hampir seluruh merek pelumas kendaraan mengalami penyesuaian harga serentak sejak 1 Juni lalu.

"Naik semua (merek oli). Rata-rata sekitar Rp10 ribu per botol. Sebelumnya di kisaran Rp66 ribu sampai Rp67 ribu, sekarang menjadi sekitar Rp76 ribu sampai Rp78 ribu," ungkap Radityo, pemilik Bengkel Gemilang Motor, saat ditemui, Selasa (9/6).

Radityo membeberkan, hingga saat ini pihak distributor belum memberikan alasan pasti terkait pemicu utama kenaikan harga pelumas tersebut. 

Kendati modal belanja meroket, ia bersyukur aktivitas pelanggannya yang datang untuk melakukan penggantian oli berkala masih terbilang normal. Dalam sehari, bengkelnya tetap rutin melayani belasan unit motor.

"Untuk konsumen masih stabil saja. Ada yang sudah tahu harga naik dari media, ada juga yang baru kaget saat mau bayar di kasir," imbuhnya.

Di sisi lain, kenaikan ini jelas menjadi beban tambahan bagi kantong masyarakat. Andi, salah seorang pengendara motor asal Banjarbaru, mengaku cukup terkejut dengan lompatan harga oli yang dinilainya terlalu signifikan dalam waktu singkat.

"Dulu biasanya ganti oli siapkan uang Rp60 ribuan sudah cukup, sekarang sudah Rp70 ribuan lebih. Lumayan terasa naiknya untuk pengeluaran bulanan," keluh Andi.

Meski sempat mengeluh, Andi mengaku tidak punya pilihan lain selain tetap merogoh kocek lebih dalam. Baginya, rutin mengganti oli adalah harga mati demi menjaga performa motor kesayangannya tetap prima.

"Mau tidak mau tetap harus ganti. Kalau ditunda-tunda karena sayang uangnya, nanti justru mesinnya yang rontok dan biaya perbaikannya malah jauh lebih mahal," pungkasnya. 

Editor : Sutrisno
#oli motor #banjarbaru