Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Aktivitas MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin Dipindah ke Masjid Pasca Kebakaran, Siswa Berharap Sekolah Cepat Diperbaiki

Zulvan Rahmatan • Selasa, 9 Juni 2026 | 13:24 WIB
PINDAH: Puluhan siswa MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin pindah ke gedung masjid di kawasan kompleks belum lama ini akibat gedung sekolah mereka mengalami kebakaran. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
PINDAH: Puluhan siswa MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin pindah ke gedung masjid di kawasan kompleks belum lama ini akibat gedung sekolah mereka mengalami kebakaran. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Akibat musibah kebakaran yang sempat merembet ke gedung sekolah, puluhan siswa di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jalan S. Parman Banjarmasin harus pindah sementara karena ketiadaan ruang kelas.
Sedikitnya terdapat dua sekolah yang terdampak kebakaran belum lama ini. Yakni MTs Muhammadiyah 1 dan MA Muhammadiyah 1 Banjarmasin di kompleks tersebut.
Mereka ada yang beralih ke gedung sekolah lain di kawasan yang sama. Sementara, ada yang menggunakan gedung masjid.
Pantauan di lokasi, puluhan siswa MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin tampak melaksanakan aktivitas seperti biasa. Bedanya, kali ini pelajaran berpindah ke lantai dua masjid.
Di sana, mereka tampak menjalani ujian akhir semester (UAS), di sela-sela waktu luang mereka juga tampak menyantap makan bergizi gratis (MBG).
Salah satu siswa kelas VIII, Sandi mengaku tidak menyangka situasi ini bisa terjadi di sekolahnya.
Namun, ia tetap bersyukur dapat bersekolah meski masih harus mengungsi ke masjid untuk sementara waktu.
“Suasananya memang beda dibandingkan ruangan kelas biasanya. Ya tidak menyangka. Semoga sekolah kami bisa cepat diperbaiki,” harap siswa 14 tahun tersebut.
Kepala MTs Muhammadiyah 1 Banjarmasin, Ishak mengatakan, terdapat 50 siswa yang kini harus mengungsi karena gedung sekolah habis terbakar, termasuk sarana prasarana dan dokumen yang tak sempat terselamatkan.
Meski demikian, ia memastikan, keperluan jadwal sekolah sampai saat ini masih berjalan, termasuk penerimaan peserta didik baru (PPDB).
“Kita diberikan tempat sementara oleh panitia masjid. Dan, PPDB pun saat ini masih berjalan,” jelasnya.
Menurutnya, arah pemulihan gedung sekolah ke depan akan direnovasi secara total ditangani Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)1 Banjarmasin, termasuk didukung oleh pemerintah.
“Mungkin setelah libur UAS tahun ajaran baru ini. Kabarnya memang renovasi dan dibangun ulang,” ungkapnya.
Ishak menambahkan, kondisi ini harus dimaknai sebagai ujian untuk bersabar dan diambil pelajaranannya.
“Di balik musibah pasti ada hikmahnya, kita bangun yang lebih bagus pelan-pelan tapi pasti,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCM 1 Banjarmasin, Muhammad Yusuf menjelaskan alternatif sementara untuk kegiatan sekolah telah dijalankan.
Ia menyebut, MTs Muhammadiyah 1 menggunakan gedung masjid. Sementara, MA Muhammadiyah 1 menggunakan gedung lain di SMK Muhammadiyah 1 kosong sementara karena ditinggal siswanya magang.
“Kalau menunggu dibangun itu perlu waktu, jadi kita mensolusikan sementara agar belajar mengajar tetap berjalan,” ucapnya.
Di sisi lain, ia menyebut pihaknya telah mengajukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menilai kelayakan bangunan pascakebakaran.
Hal tersebut diperlukan guna mengetahui kondisi bangunan pascakebakaran, apakah masih layak atau tidak untuk dibangun kembali.
Meski demikian, pihaknya ingin pembangunan dilakukan total atau tidak melanjutkan bangunan bekas kebakaran yang dinilai sudah tidak layak atau berisiko terhadap kejadian serupa.
“Gedung lama juga didominasi kayu sehingga rawan terhadap musibah kebakaran. Kemungkinan besar kami ingin dibangun ulang seluruhnya karena gedung lain juga sudah pakai beton,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga tengah mengumpulkan bantuan dari Pimpinan Muhammadiyah lainnya dan pihak pemerintah agar kondisi dapat kembali normal seperti bisa.
“Kami ingin secepatnya. Mudah-mudahan lah. Laporannya sudah disampaikan ke Kemenang dan PP Muhammadiyah,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno
#Sekolah #banjarmasin