RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Keluhan warga terkait jalan berlubang di Kota Banjarmasin masih cukup tinggi.
Hingga pertengahan tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin menerima ratusan aduan jalan rusak dari masyarakat. Terbanyak di Kecamatan Banjarmasin Selatan.
"Sampai saat ini ada 219 aduan jalan berlubang yang masuk kepada kami. Sebanyak 179 sudah ditangani, 37 bukan kewenangan pemko, dan tiga titik masih dalam tahap penanganan," ujar Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Chandra Iriandy Wijaya, Senin (8/6/2026).
Menurut Chandra, laporan masyarakat menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas perbaikan jalan. Terutama pada ruas yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.
Mantan Kepala Disperkim Kota Banjarmasin ini mengungkapkan, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya aktivitas lalu lintas serta adanya sejumlah ruas jalan yang kualitas permukaannya mulai menurun.
"Ini menjadi perhatian khusus kami agar segera ditangani dan tidak membahayakan masyarakat," katanya.
Selain menindaklanjuti laporan yang masuk, PUPR juga melakukan pemantauan rutin ke lapangan guna mendeteksi kerusakan jalan yang belum dilaporkan warga. Tim di lapangan terus bergerak melakukan penambalan pada titik-titik yang telah teridentifikasi mengalami kerusakan.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan jalan berlubang di lingkungan sekitar. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kerusakan semakin parah.
"Semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan," katanya.
Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Rian Zulfikar, mengapresiasi langkah cepat Dinas PUPR Kota Banjarmasin yang telah menangani ratusan aduan jalan berlubang yang masuk dari masyarakat.
"Kami mengapresiasi gerak cepat PUPR di bawah kepemimpinan Kepala Dinas yang baru, Bapak Chandra. Respons terhadap laporan warga dan inspeksi rutin di lapangan patut diapresiasi," ujarnya.
Meski demikian, politisi Golkar ini menilai kondisi jalan rusak di lapangan masih menjadi perhatian serius, terutama di wilayah Banjarmasin Selatan yang mencatat aduan terbanyak.
"Jalan berlubang bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Karena itu, perbaikan di Banjarmasin Selatan harus menjadi prioritas," katanya.
Ia juga meminta kualitas penambalan ditingkatkan dan sistem pemeliharaan rutin diperkuat agar kerusakan tidak terus berulang.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat perlu ditingkatkan untuk penanganan ruas jalan di luar kewenangan Pemko.
"Kami di DPRD siap mendukung dari sisi anggaran dan pengawasan. Yang diharapkan masyarakat adalah perubahan nyata dan perbaikan jalan yang lebih cepat serta berkelanjutan," pungkas Rian.
Editor : Sutrisno