RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Bergesernya lokasi pembangunan pintu air NUFREP ke kawasan Siring Pierre Tendean membuat lapangan basket di dekat Patung Bekantan ikut kena imbas. Aktivitas olahraga di lokasi tersebut untuk sementara dihentikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya menjelaskan titik pembangunan awalnya berada di kawasan Kelenteng Soteji Nurani. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan teknis, lokasi tersebut akhirnya dipindahkan ke titik yang sekarang.
"Akhirnya lokasi pembangunan dipindahkan ke titik yang sekarang," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Jumat (5/6/2026).
Akibat perpindahan lokasi tersebut, sebagian area lapangan basket harus dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas konstruksi. Area itu digunakan sebagai tempat penempatan material dan operasional alat berat selama pekerjaan berlangsung.
Chandra mengakui kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Karena itu, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Disbudporapar Kota Banjarmasin, serta instansi terkait lainnya untuk meminimalisir dampak yang muncul.
"Kami bersama instansi terkait lainnya akan mencari jalan keluar yang terbaik agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalkan," katanya.
Di sisi lain, dia memastikan evaluasi terhadap fasilitas publik yang terdampak akan terus dilakukan selama proyek berjalan. Menurutnya, jangan sampai pelaksanaan proyek justru memunculkan persoalan baru bagi masyarakat.
"Kami akan melakukan koordinasi dan evaluasi secara berkala terkait kondisi lapangan basket maupun fasilitas lain yang terdampak. Yang jelas, jangan sampai ada persoalan baru yang muncul akibat pelaksanaan proyek ini," terangnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar mengatakan proyek pembangunan pintu air merupakan investasi penting bagi masa depan Kota Banjarmasin dalam upaya mengurangi risiko banjir dan genangan.
"Namun pelaksanaannya juga harus tetap memperhatikan fasilitas publik yang terdampak," katanya.
Politisi Golkar tersebut juga menegaskan DPRD Kota Banjarmasin akan menjalankan fungsi pengawasan agar fasilitas olahraga yang terdampak proyek dapat dikembalikan seperti semula setelah pekerjaan selesai.
"Kami berharap ada komitmen yang jelas dari pihak pelaksana proyek untuk memperbaiki dan mengembalikan fasilitas yang terdampak. Jangan sampai setelah proyek selesai, kondisi lapangan justru menurun. Kalau perlu, kualitasnya dibuat lebih baik dari sebelumnya," tegasnya.
Poltisi Golkar ini juga menyambut positif rencana penataan kawasan Siring Pierre Tendean dan Patung Bekantan setelah pembangunan pintu air rampung. Menurutnya, revitalisasi kawasan wisata yang dipadukan dengan fasilitas olahraga dapat menjadi nilai tambah bagi wajah Kota Banjarmasin.
"Kami mendukung upaya penataan kawasan tersebut. Kalau bisa setelah proyek selesai, kawasan Siring Pierre Tendean menjadi lebih tertata, lebih nyaman, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, baik sebagai ruang olahraga maupun destinasi wisata," harapnya.
Dia menilai langkah Disbudporapar menutup sementara lapangan basket tersebut sudah tepat. Karena keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama selama proyek berlangsung.
"Kami mendukung langkah Disbudporapar yang menutup sementara lapangan basket yang terdampak proyek. Keselamatan masyarakat dan para atlet harus menjadi pertimbangan utama, apalagi di sekitar lokasi ada aktivitas alat berat yang tentu memiliki risiko," tutup Ridho.
Editor : Fauzan Ridhani