Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Antisipasi Sejak Dini, Dinkes Banjarmasin Terbitkan SE Kewaspadaan Hantavirus

Endang Syarifuddin • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:58 WIB
MENERBITKAN: Dinkes Kota Banjarmasin telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan Hantavirus meski hingga kini belum ditemukan kasus di kota tersebut.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
MENERBITKAN: Dinkes Kota Banjarmasin telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan Hantavirus meski hingga kini belum ditemukan kasus di kota tersebut.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Meski belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Banjarmasin, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memilih tidak menunggu sampai ada korban.
Sebagai langkah antisipasi, surat edaran (SE) kewaspadaan Hantavirus sudah diterbitkan dan disebarkan ke seluruh fasilitas kesehatan.
Langkah tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam mendeteksi dini kemungkinan kasus penyakit yang ditularkan tikus tersebut. Terlebih, Hantavirus dikenal memiliki tingkat kematian tinggi apabila tidak segera ditangani. 

Tindak Lanjut Arahan Kemenkes

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Dwi Atmi Susilastuti, mengatakan penerbitan surat edaran merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  terkait kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis tersebut.
"Kami sudah menerbitkan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat deteksi dini terhadap kemungkinan kasus Hantavirus," ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan kasus Hantavirus di Banjarmasin. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat gejala penyakit tersebut kerap menyerupai penyakit umum seperti demam, nyeri badan, batuk, lemas hingga sesak napas.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala tersebut. Semakin cepat pasien mendapat penanganan, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
"Jangan menunggu berhari-hari. Kalau sudah merasa demam atau muncul gejala yang mengarah ke infeksi, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat," katanya.

Hantavirus Ditularkan Tikus yang Terinfeksi

Atmi menjelaskan, Hantavirus ditularkan melalui paparan urine, kotoran, maupun air liur tikus yang terinfeksi. Penularan juga bisa terjadi ketika seseorang menghirup debu yang telah terkontaminasi oleh kotoran atau urine hewan pengerat tersebut.
Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi salah satu kunci utama pencegahan. Warga diminta rutin membersihkan rumah, mengelola sampah dengan baik, serta menghindari keberadaan tikus di lingkungan tempat tinggal.
"Menjaga kebersihan lingkungan sangat penting karena penularan bisa terjadi melalui debu yang terkontaminasi. Jangan sampai rumah menjadi tempat berkembangnya tikus," tegasnya.
Dinkes berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Namun, kewaspadaan harus terus ditingkatkan agar potensi penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dini.
Editor : Sutrisno
#hantavirus #banjarmasin