RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Pengelolaan limbah kurban di Banjarmasin semakin membaik.
Buktinya, belum ada informasi pelanggaran yang diterima Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Marzuki menyebut belum menerima laporan ada pembuangan limbah kurban ke TPS maupun ke sungai. “Kalau ada, informasi biasanya sudah kami terima,” katanya, Jumat (29/5).
Sebelumnya, DLH telah gencar mengimbau panitia agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Itu membuat pemahaman panitia kurban terkait pengelolaan limbah jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Pembuangan limbah sembarangan tidak boleh. Panitia sekarang sudah cukup paham mengelola limbah kurban,” ujarnya.
Terkait volume sampah Iduladha 2026, Marzuki memperkirakan tidak mengalami lonjakan tajam. Kenaikannya masih dalam batas wajar.
Marzuki mengakui peningkatan volume sampah pada hari besar keagamaan selalu terjadi, karena aktivitas konsumtif masyarakat. Meski demikian, berdasarkan pantauan sementara di lapangan, kenaikan volume sampah tahun ini diperkirakan hanya sekitar dua persen dibanding hari biasa. “Konsumtif masyarakat memang naik biasanya pada hari besar. Misalnya sampah harian 240 ton per hari, naiknya cuma sekitar lima ton menjadi 245 ton,” sebutnya.
Menurut Marzuki, peningkatan tersebut masih tergolong terkendali, dan belum memberikan tekanan berarti terhadap sistem pengangkutan sampah di kota. Apalagi sebagian panitia kurban mulai menggunakan bakul maupun memanfaatkan wadah yang dibawa langsung warga dari rumah. “Penggunaan plastik tahun ini sepertinya juga tidak terlalu berlebihan,” katanya.
Selain itu, harga kantong plastik yang semakin mahal ikut membuat masyarakat mulai mengurangi penggunaannya. “Jadi masyarakat lebih mengerem penggunaan kantong plastik,” tambahnya.
Meski begitu, DLH belum bisa memastikan angka pasti kenaikan volume sampah Iduladha tahun ini. Perhitungan final masih menunggu normalisasi pengangkutan pascalibur dan penutupan sementara layanan.
Data nantinya akan dihitung berdasarkan timbangan sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Banjarbakula. “Sehari dua hari ke depan, mungkin baru bisa kita ketahui jumlah pastinya,” jelasnya.
Di sisi lain, DLH melihat adanya perkembangan positif dari program pemilahan sampah di tingkat masyarakat. Beberapa kawasan bahkan mulai mengalami penurunan volume sampah yang diangkut ke TPS, karena warga aktif memilah sampah dari rumah. Salah satu contohnya berada di kawasan Kelurahan Kelayan Dalam. “RT-RT di sana sudah aktif memilah sampah. Bahkan angkutan Surung Sintak kami barusan melaporkan kekurangan muatan, sehingga kami arahkan langsung ke kawasan RK Ilir,” tuturnya.
Menurut Marzuki, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sebenarnya mulai tumbuh cukup baik. Hanya saja, masih banyak wilayah yang belum terekspose, sehingga belum diketahui luas oleh masyarakat.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief