Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Batal di Siring Menara Pandang, Pemko Banjarmasin Pindah Pembangunan SPKLU ke Siring Nol Kilometer

Zulvan Rahmatan • Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:18 WIB
TERLANJUR BERDIRI: Tiang trafo untuk SPKLU yang berada di kawasan Siring Menara Pandang Jalan Piere Tendean rencananya akan dipindahkan ke kawasan Siring Nol Kilometer. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
TERLANJUR BERDIRI: Tiang trafo untuk SPKLU yang berada di kawasan Siring Menara Pandang Jalan Piere Tendean rencananya akan dipindahkan ke kawasan Siring Nol Kilometer. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin juga bakal membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah penting seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, khususnya mobil listrik di daerah ini.

Pemko Banjarmasin bekerja sama dengan PLN dalam pembangunan SPKLU ini. Pemko sebagai penyedia lahan. Awalnya, SPKLU direncanakan dibangun di kawasan Siring Menara Pandang, Jalan Kapten Piere Tendean. Bahkan, lima tiang trafo untuk kebutuhan fasilitas tersebut sudah lebih dulu terpasang di lokasi. Namun, rencana itu kini berubah setelah adanya masukan dari Pemprov Kalsel.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil mengatakan lokasi baru yang dipertimbangkan berada di kawasan Siring Nol Kilometer, Jalan Jenderal Sudirman. “Karena tempatnya lebih luas dan arus lalu lintas dinilai lebih padat, maka PLN mempertimbangkan untuk memindah,” ujarnya, Jumat (29/5).

Meski lokasi awal sudah dipasangi tiang trafo, Ibnu memastikan area tersebut nantinya tetap akan diperbaiki jika pemindahan benar-benar dilakukan. “Ya harus ditutupi, bagaimana pun harus diperbaiki,” katanya.

Kehadiran SPKLU ini dinilai menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan listrik di Banjarmasin. Pasalnya, fasilitas tersebut direncanakan memiliki 10 titik pengisian daya untuk mobil listrik, dan tiga titik pengisian untuk motor listrik.

Ibnu memastikan, meski lokasi dipindah, SPKLU tetap berada di kawasan pusat kota, dan tidak jauh dari titik rencana awal. Menurutnya, penempatan fasilitas di kawasan siring juga memberi nilai tambah bagi pengguna kendaraan listrik. Selama proses pengisian daya, masyarakat bisa menikmati suasana tepian sungai hingga kuliner di kawasan tersebut.

“Kita ingin pengguna bisa melakukan charging lebih mudah, terlebih dekat dengan kawasan wisata,” tuturnya.

Penggunaan mobil listrik di Banjarmasin sendiri terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor pendorongnya ialah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Dalam proyek SPKLU ini, Pemko Banjarmasin hanya bertugas menentukan lokasi pembangunan. Sementara seluruh proses pembangunan fisik hingga pengaturan tarif layanan akan sepenuhnya ditangani PLN. “PLN yang mengatur. Untuk pembagian hasil nanti akan bekerja sama dengan salah satu koperasi merah putih,” pungkasnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#kalimantan selatan #banjarmasin #spklu #Sampah