RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Masjid Al Jihad Banjarmasin bersiap menghadapi pelaksanaan kurban dalam skala besar. Tak hanya fokus pada proses penyembelihan dan distribusi daging, pengelolaan limbah pemotongan hewan juga menjadi perhatian serius panitia. Bahkan, pihak masjid kembali menggandeng Perumda Pengolahan Air Limbah Domestik (PALD) Banjarmasin untuk menangani limbah hasil pemotongan hewan kurban.
Ketua Takmir Masjid Al Jihad Banjarmasin, Taufik Hidayat mengatakan pengelolaan limbah menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan. “Kita fasilitasi pengolahan limbahnya. Kami libatkan PALD yang memang ahli untuk menanganinya,” ujarnya, Senin (25/5).
Tahun ini, Masjid Al Jihad diproyeksikan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kurban terbesar di Kalsel. Hingga saat ini, panitia telah mencatat sebanyak 103 ekor sapi dan tiga ekor kambing sebagai hewan kurban yang akan dipotong. Jumlah tersebut bahkan melampaui target awal yang ditetapkan, yakni 100 ekor sapi.
Menurut Taufik, seluruh limbah pemotongan nantinya akan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum diserahkan kepada pihak PALD untuk proses pengelolaan lebih lanjut. “Memang kita siapkan, dibungkus, lalu PALD yang memfasilitasi pengolahannya,” katanya.
Perumda PALD Banjarmasin memastikan siap memberikan layanan pengangkutan dan pengolahan limbah kurban apabila ada permintaan dari panitia pelaksana di berbagai lokasi. Manager Teknik Perumda PALD Banjarmasin, Deris Kusdinar mengatakan tren permintaan layanan pengelolaan limbah kurban sejauh ini masih relatif stabil. “Untuk pengalaman tahun lalu, belum meningkat signifikan. Tapi, ada beberapa panitia kurban yang telah meminta pelayanan,” ujarnya.
Khusus pelaksanaan kurban di Masjid Al Jihad, Deris menyebut permintaan resmi hingga kini memang belum masuk. Namun biasanya, pengajuan layanan dilakukan mendekati hari pelaksanaan. “Sampai hari ini, belum ada masuk permintaan. Biasanya permintaan masuk satu atau dua hari setelah pemotongan,” katanya.
Pada Iduladha tahun lalu, PALD tercatat melakukan satu kali ritase pengangkutan limbah kurban di Masjid Al Jihad dengan kapasitas sekitar empat meter kubik. Jumlah tersebut menjadikan Masjid Al Jihad sebagai lokasi layanan pengelolaan limbah kurban terbesar yang ditangani PALD di Banjarmasin sepanjang 2025.
Untuk Iduladha tahun ini, volume limbah diperkirakan tidak jauh berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya. “Perkiraan masih seperti tahun kemarin,” pungkas Deris.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief