Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Upah Akhirnya Cair, Ratusan Pekerja Proyek Sekolah Rakyat di Banjarbaru Kembali Bekerja

Sheilla Farazela • Senin, 25 Mei 2026 | 15:12 WIB
BEKERJA: Sempat mogok karena tertunda pengupahan, kini para pekerja pembangunan Sekolah Rakyat Banjarbaru kembali bekerja. (Sheilla Farazela/ Radar Banjarmasin)
BEKERJA: Sempat mogok karena tertunda pengupahan, kini para pekerja pembangunan Sekolah Rakyat Banjarbaru kembali bekerja. (Sheilla Farazela/ Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Aktivitas di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Jalan Guntung Harapan, Kelurahan Guntung Manggis, Banjarbaru kembali normal seperti biasanya, Senin (25/5).
Diketahui, ratusan pekerja sudah aktif lagi pada Minggu (24/5) kemarin dan tampak langsung mengebut pengerjaan fisik bangunan setelah sempat menggelar aksi protes akibat keterlambatan upah selama satu bulan pada Sabtu (23/5) lalu.
Kembalinya ratusan buruh ke pekerjaan masing-masing ini menyusul langkah cepat pihak Kerja Sama Operasional (KSO) PT Brantas Abipraya dan PT Sumber Bangun Sentosa (SBS) selaku kontraktor utama, yang langsung mencairkan seluruh tunggakan gaji para pekerja pada Sabtu (23/5) malam.
"Alhamdulillah, dari tim semua mandor dan pekerja sudah terbayarkan semua pada Sabtu malam. Jadi tidak ada masalah lagi. Semua sudah langsung bekerja seperti biasa," ungkap seorang Mandor bagian finishing, Ari.
Ari menjelaskan, selain hak-hak mereka yang sempat tertunda kini sudah dipenuhi, pola manajemen kerja di lapangan juga berubah demi kepastian para buruh.
Dirinya bersama sejumlah mandor lain yang semula di bawah naungan sub-kontraktor PT Ajisaka Karya Indonesia, kini telah dialihkan untuk berkontrak langsung dengan PT SBS selaku kontraktor utama.
Senada dengan Ari, pekerja lainnya, Solikhun memastikan bahwa situasi di dalam area proyek sudah  kondusif. "Semua sudah terselesaikan dan pengerjaan sudah mulai normal kembali," cetusnya.
Sebelumnya, ratusan buruh dari beberapa vendor sempat mogok kerja di depan proyek pada Sabtu (23/5) siang.
Aksi tersebut dipicu oleh mandeknya aliran dana dari sub-kontraktor mereka, PT Ajisaka Karya Indonesia, yang belum membayarkan hak pekerja selama sebulan.
Merespons riak di lapangan, manajemen KSO kontraktor utama langsung turun tangan melakukan negosiasi di lokasi.
Komisaris PT SBS, Willy Subagio, menegaskan bahwa secara administratif, pihak KSO sebenarnya sudah menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran kepada PT Ajisaka, bahkan berstatus kelebihan bayar (overpaid) hingga Rp2 miliar untuk wilayah Kalsel.
Namun, demi menyelamatkan proyek strategis pendidikan ini agar tidak terbengkalai, KSO memilih mengesampingkan urusan sengketa finansialnya dengan PT Ajisaka.
KSO mengambil langkah taktis dengan langsung mengover dan mengambil alih pembayaran hak-hak buruh secara mandiri.
"Status pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel pasti kami jalankan sesuai kontrak. Kami tidak menunggu progres selanjutnya dari PT Ajisaka, kami lakukan tindakan sendiri. Kami ajak bicara satu per satu dan semuanya kita cover sendiri sekarang," tegas Willy.
Editor : Sutrisno
#banjarbaru #Sekolah Rakyat