Endang Syarifuddin• Senin, 25 Mei 2026 | 14:55 WIB
TERENDAM: Tingginya pasang air laut dan curah hujan menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,
Banjarmasin – Banjir rob kembali merendam sejumlah kawasan di Kota Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir.
Ketinggian air bahkan mencapai sekitar 60 sentimeter di beberapa titik. Kondisi ini terjadi meski Kalimantan Selatan (Kalsel) disebut sudah memasuki musim kemarau.
Sekretaris BPBD Banjarmasin, Budi Fitriadi mengatakan, genangan dipicu kombinasi pasang air laut yang sedang tinggi dan curah hujan yang masih intens terjadi dalam sepekan terakhir.
“Dari informasi BMKG, kita memang sudah memasuki masa kemarau. Tapi kenyataannya sampai saat ini curah hujan masih tinggi, ditambah pasang air laut juga sedang tinggi-tingginya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya kawasan Jalan Perdagangan dan Japri Zam-Zam. Di lokasi tersebut, tinggi air mencapai lutut orang dewasa.
“Seperti di daerah Perdagangan dan Japri Zamzam, air cukup tinggi. Itu karena kombinasi hujan dan rob,” katanya.
Mengantisipasi banjir rob susulan, BPBD Banjarmasin menyiagakan personel selama 24 jam penuh. Petugas rutin melakukan pemantauan di titik genangan berdasarkan laporan masyarakat.
Selain itu, BPBD juga terus menyampaikan imbauan kewaspadaan melalui media sosial (medsos) agar warga bisa mengantisipasi lebih awal.
“Kami standby terus. Anggota melakukan monitoring ke lokasi-lokasi yang tergenang berdasarkan laporan masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengakui kondisi drainase dan sungai mati di kawasan Kayu Tangi menjadi salah satu penyebab air lambat surut.
“Kami terus menyampaikan informasi berulang-ulang agar masyarakat bisa lebih waspada. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang bisa datang sewaktu-waktu,” sambung Budi.
Sejauh ini belum ada laporan warga yang dievakuasi. Namun petugas BPBD sempat membantu sejumlah pengendara yang kendaraannya mogok akibat menerobos banjir.
“Kalau evakuasi belum ada. Tapi kemarin ada masyarakat yang kendaraannya mogok di jalan dan langsung dibantu anggota kami,” pungkasnya.