RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Banjarmasin masih menjadi yang tertinggi di Kalsel. Kondisi tersebut kini menjadi perhatian serius Pemko Banjarmasin.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Banjarmasin, Machli Riyadi menyebut angka TPT Kota Banjarmasin saat ini berada di angka 6,49 persen. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata TPT Kalsel yang tercatat sebesar 4,16 persen. “Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami untuk menekan angka pengangguran,” ujar Machli, Kamis (21/5).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Banjarmasin mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya memperkuat program pelatihan kerja melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Banjarmasin. Tahun ini, Diskopumker juga akan membangun aula baru di kawasan BLK Jalan AMD Raya, Kelurahan Tatah Belayung, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Pembangunan fasilitas tersebut dianggarkan melalui APBD dengan nilai mencapai Rp3,094 miliar. Keberadaan aula baru diharapkan dapat memperluas kapasitas pelatihan keterampilan dan pengembangan kemampuan kerja masyarakat.
Menurut Machli, selama ini keterbatasan fasilitas menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan program pelatihan tenaga kerja. “Selama ini pelatihan yang dilaksanakan masih terbatas. Dengan adanya aula nanti, pelatihan bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Ia mengungkapkan pembangunan fasilitas tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak 2015. Namun realisasinya baru dapat dilakukan tahun ini, setelah mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap lelang dan masa sanggah di Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Diskopumker menargetkan pembangunan fisik rampung pada tahun ini. Sementara penyediaan sarana dan prasarana pendukung akan dilanjutkan pada tahun depan. Dengan begitu, fasilitas tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan masyarakat sebagai pusat peningkatan kompetensi kerja. “Mudah-mudahan pembangunan berjalan lancar, sehingga fasilitas ini bisa membantu mencetak tenaga kerja baru dan menekan pengangguran,” pungkas Machli.
Pemko Banjarmasin berharap penguatan pelatihan keterampilan dan peningkatan kapasitas tenaga kerja mampu menjadi salah satu solusi mengurangi angka pengangguran yang masih tinggi di Kota Seribu Sungai.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief