BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru meminta puluhan perusahaan di wilayahnya mengubah paradigma penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kontribusi dunia usaha didorong tidak sekadar menjadi seremonial simbolis, melainkan harus menyentuh kebutuhan riil masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Hal itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) Kota Banjarbaru 2026 di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (21/5/2026).
Rapat yang diikuti 52 perwakilan BUMN, BUMD, dan swasta ini mengagendakan pemilihan pengurus forum periode 2026–2029 sekaligus sinkronisasi program dengan arah pembangunan daerah.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Banjarbaru, Sri Lailana, menyatakan bahwa CSR memegang peran penting dalam menyempurnakan pembangunan kota. Pemko berharap kepengurusan baru ini mampu menyelaraskan program kerja dengan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, dan Sejahtera).
"CSR sangat penting untuk menyempurnakan pembangunan. Kontribusi perusahaan bukan sebatas memenuhi kewajiban, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Sri Lailana mewakili Wali Kota Banjarbaru.
Selain sinkronisasi, Sri Lailana mengingatkan agar mekanisme pengajuan hingga pencairan bantuan CSR wajib mematuhi Peraturan Daerah (Perda) setempat. Pemko juga meminta perusahaan memperluas jangkauan penerima manfaat agar tidak hanya berpusat di wilayah Ring 1 operasional perusahaan.
Melalui penguatan komunikasi dan kolaborasi di dalam forum ini, kontribusi sektor swasta diharapkan dapat lebih maksimal dalam mendorong kesejahteraan dan kemajuan di berbagai bidang di Kota Banjarbaru.
Editor : Fauzan Ridhani