Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Miliar Rupiah Digelontor untuk Rehab dan Regrouping Sekolah

Endang Syarifuddin • Rabu, 20 Mei 2026 | 13:10 WIB
SDN Pengambangan 9, salah satu satu sekolah yang akan di regrouping pada tahun ini. (Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
SDN Pengambangan 9, salah satu satu sekolah yang akan di regrouping pada tahun ini. (Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin menggelontorkan anggaran lebih dari Rp3,1 miliar untuk jasa pengawasan rehabilitasi dan regrouping sejumlah sekolah pada 2026 ini. Program tersebut menyasar beberapa SD dan SMP yang akan direhab total hingga digabung karena jumlah murid yang terus menurun.

Sejumlah sekolah yang masuk program rehab total di antaranya SDN Pengambangan 8, SDN Sungai Miai 5, SDN Pelambuan 4, SMPN 26, dan SMPN 35 Banjarmasin.

Berdasarkan rincian anggaran, jasa pengawasan rehabilitasi SDN Pelambuan 4 dianggarkan sekitar Rp698 juta. Nilai yang sama juga dialokasikan untuk SDN Kelayan Barat 2 dan SDN Pengambangan 8.

Selain itu, Disdik juga menyiapkan sekitar Rp780 juta untuk jasa pengawasan pembangunan baru SMPN 35 dan SMPN 26 Banjarmasin. Tak hanya itu, pembangunan ruang kelas baru di SDN Sungai Miai 5 turut dianggarkan sekitar Rp170 juta

Kemudian pengerasan halaman sekolah di SDN Pemurus Baru 3, SDN Pemurus Dalam 6, SDN Pekapuran Raya 3, dan SDN Sungai Lulut 3 dengan total anggaran sekitar Rp122 juta.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan, selain rehab total pihaknya juga melakukan regrouping terhadap sejumlah sekolah dasar.

Regrouping dilakukan terhadap SDN Pengambangan 8, 9 dan 10, kemudian SDN Teluk Dalam 9 dan 10, serta SDN Kelayan Barat 2 dan 3.

Menurutnya, regrouping dilakukan karena beberapa sekolah memiliki jumlah siswa yang minim dan kondisi infrastruktur yang dinilai kurang efektif jika terus dipertahankan.

Ia mencontohkan SDN Pengambangan 10 yang berada di dekat titian sungai dengan jumlah murid sedikit serta bangunan bekas sekolah inpres. Sedangkan SDN Pengambangan 9 terdampak program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) dan lahannya bukan milik pemerintah daerah.

“Jadi secara kelembagaan dan pembiayaan lebih efektif dipusatkan atau regrouping ke SDN Pengambangan 8,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Hal serupa juga dilakukan terhadap SDN Kelayan Barat 2 dan 3 serta SDN Teluk Dalam 9 dan 10 karena lokasinya berdekatan. Ia menyebut regrouping dinilai lebih efektif dibanding melakukan rehab total terhadap sekolah yang jumlah muridnya terus menurun.

“Dengan begitu jadi bisa lebih fokus untuk rehab dan lainnya. Tahun depan juga bakal dilakukan baik itu rehab total maupun regrouping,” tutup Ryan.

Editor : M Oscar Fraby
#Sekolah #Disdik Banjarmasin #rehabilitasi