RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Kebijakan penataan kawasan Car Free Day (CFD) Banjarbaru meningkatkan jumlah pelaku UMKM dan perputaran ekonomi.
Pemerintah Kota Banjarbaru memindahkan lokasi berjualan dari depan Balai Kota ke jalur pedestrian Jalan Panglima Batur. Langkah ini justru membuat jumlah pedagang melonjak dari 14 menjadi 45 lapak setiap Minggu pagi.
Lonjakan itu terjadi setelah Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menginstruksikan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) mencarikan solusi bagi pedagang yang terdampak sterilisasi ring satu Balai Kota.
Ketua Paguyuban UMKM CFD Banjarbaru, Jerry Bangsawan, mengatakan kekhawatiran di awal kini berganti antusiasme. Kawasan pedestrian dari Lapangan Dr. Murdjani hingga Jalan Panglima Batur dinilai lebih ramai dan prospektif.
“Jalur sekarang jauh lebih ramai pengunjung. Warga yang berolahraga dan jalan-jalan tumpah ruah di sini, sehingga omzet pedagang ikut naik,” ujarnya.
Untuk menjaga ketertiban, paguyuban membuat grup koordinasi internal. Tujuannya mengatur pembagian ruang jualan agar tidak terjadi gesekan di lahan umum yang makin ramai.
Sementara itu, Kepala Diskopumnaker Banjarbaru, Sartono, menegaskan pemko berkomitmen menjadikan CFD sebagai inkubator ekonomi kerakyatan. Namun, ia meminta pedagang menjaga kebersihan, ketertiban, dan estetika kota.
“Sesuai arahan Ibu Wali Kota, kami fasilitasi dan perkuat pemberdayaan UMKM. Kenyamanan pengunjung jadi kunci keberlanjutan perputaran uang di CFD,” tegasnya.
Ia berharap CFD Banjarbaru bisa menjadi percontohan: ekonomi rakyat hidup, tapi wajah kota tetap rapi dan kondusif.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief