RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Penantian panjang siapa yang akan mengisi kursi Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin akhirnya terjawab. Ichrom Muftezar lah yang terpilih.
Kabar terpilihnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin itu mulai ramai beredar sejak Selasa (20/5/2026) malam.
Surat keputusan wali kota terkait penetapan sekda tersebut tersebar di sejumlah grup WhatsApp lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
Baca Juga: Lontara Kapitan La Mattone, Manuskrip Kuno Jejak Sejarah Kerajaan Pagatan di Tanah Bumbu
Dalam surat Wali Kota Banjarmasin Nomor: 800.1.3.3/813-MPEKA/BKPSDM/2026 yang ditandatangani Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Ichrom dijadwalkan dilantik pada Rabu (20/5) pukul 13.00 Wita di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin.
Saat dikonfirmasi terkait kabar tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Sekdako Banjarmasin Dolly Syahbana tidak memberikan jawaban secara gamblang. Namun ia juga tidak membantah beredarnya surat keputusan tersebut.
“Tunggu saja pelantikannya,” ujar Dolly singkat melalui pesan WhatsApp.
Baca Juga: POPDA Kalsel 2026 Bergulir, Tanah Bumbu dan Banjarbaru Berjuang Pertahankan Gelar
Terpilihnya Ichrom sekaligus mengakhiri proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekdakot Banjarmasin yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) telah menetapkan tiga nama kandidat terbaik untuk diserahkan kepada wali kota.
Selain Ichrom Muftezar, dua nama lainnya yakni Edy Wibowo yang menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin serta Machli Riyadi selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin.
Baca Juga: Debit Air Sungai di Loksado Terus Meningkat, Warga Diminta Siaga
Ketiga kandidat tersebut dinilai memenuhi kriteria berdasarkan hasil penilaian pansel. Mulai dari rekam jejak, kompetensi, hingga presentasi selama tahapan seleksi berlangsung.
Seleksi Sekda Kota Banjarmasin sendiri awalnya diikuti tujuh peserta yang lolos administrasi. Namun di tengah proses berjalan, satu peserta yakni Herman Hidayatullah memilih mengundurkan diri sehingga jumlah peserta tersisa enam orang hingga akhirnya mengerucut menjadi tiga besar.
Editor : Sutrisno