Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Korban Bullying Siswi SD di Banjarmasin Dapat Pendampingan Psikologis

Endang Syarifuddin • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:03 WIB
Kepala UPTD PPA Kota Banjarmasin Susan.(Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
Kepala UPTD PPA Kota Banjarmasin Susan.(Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Dugaan bullying terhadap siswi sekolah dasar di kawasan Kuin Utara Banjarmasin, kini mendapat pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Banjarmasin. Korban disebut mengalami trauma pasca kejadian yang videonya sempat viral di media sosial (medsos).

Kepala UPTD PPA Kota Banjarmasin, Susan, mengatakan pihaknya sudah memberikan penguatan psikologis kepada korban maupun keluarganya.
“Korban sudah mendapat penguatan psikologis, termasuk keluarganya. Kami juga siap mendampingi apabila ada pertemuan dengan keluarga pelaku, pihak sekolah maupun kepolisian,” ujar Susan, Senin (19/5/2026).

Ia menilai kasus bullying terhadap anak harus menjadi perhatian bersama. Dalam penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan berbagai pihak terkait.

“Hal ini memang harus ditangani bersama-sama agar kasus bullying terhadap anak bisa dicegah dan dihentikan,” katanya.

Dari informasi yang diterima, dugaan perundungan terjadi saat korban dipanggil pelaku ketika hendak mendatangi rumah temannya pada sore hari. Saat itu pelaku bersama beberapa temannya disebut berkumpul di lingkungan sekolah.

Korban kemudian diajak berpura-pura berkelahi dengan alasan akan dilepas jika merasa sakit. Namun korban justru diduga dipukul bertubi-tubi hingga kesakitan. Setelah kejadian, korban disebut mendapat intimidasi agar tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada siapa pun.

Korban awalnya mengaku kepada ibunya bahwa dirinya terjatuh dari sepeda listrik. Namun beberapa hari kemudian, setelah muncul memar dan lebam di tangan, korban akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Ibu korban sempat mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, upaya itu malah berujung keributan.

Mediasi yang difasilitasi ketua RT dan Bhabinkamtibmas juga belum terlaksana. Pihak korban akhirnya memilih melapor ke UPTD PPA Kota Banjarmasin dan Unit PPA Polresta Banjarmasin.

Ia mengatakan kasus perundungan sangat berdampak terhadap kondisi mental anak. Trauma bukan hanya dirasakan korban, tetapi juga keluarganya. “Perundungan sangat berdampak dan dapat menimbulkan trauma mendalam terhadap korban maupun keluarganya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi rutin terkait bullying di sekolah serta pengawasan dari orang tua di rumah.

“Kami berharap ada edukasi rutin tentang bullying di sekolah. Peran orang tua juga sangat penting dalam pendidikan dan pengawasan anak,” pungkas Susan.

Editor : M Oscar Fraby
#UPTD PPA #kota banjarmasin #psikologi #bullying