Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

ODGJ di Banjarmasin Diamankan, Mayoritas Penderita Lama

Zulvan Rahmatan • Selasa, 19 Mei 2026 | 08:33 WIB
AGRESIF: Pengamanan ODGJ oleh personel Satpol PP Banjarmasin di Jalan Simpang Jahri Saleh, Sungai Jingah, Banjarmasin Utara. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
AGRESIF: Pengamanan ODGJ oleh personel Satpol PP Banjarmasin di Jalan Simpang Jahri Saleh, Sungai Jingah, Banjarmasin Utara. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang keluyuran di Kota Banjarmasin semakin marak dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, sebagian di antaranya bersikap agresif hingga perlu diamankan petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Banjarmasin, Muhammad Lufi Fadhillah membenarkan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) kini cukup sering mendampingi Satpol PP dalam proses pengamanan ODGJ. “Benar, akhir-akhir ini sering meski tidak pasti setiap hari,” ujarnya, Senin (18/5).

Menurut Lufi, sebagian besar ODGJ yang ditemukan berkeliaran merupakan penderita lama yang sebelumnya pernah terdata. Hal itu diketahui setelah petugas melakukan proses identifikasi usai pengamanan. “Setelah identifikasi juga ditemukan jejak riwayatnya, rata-rata ODGJ lama, bukan orang baru,” jelasnya.

Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari lepasnya pengawasan keluarga, persoalan ekonomi menengah ke bawah, hingga banyak di antaranya yang sudah tidak memiliki keluarga.

Setelah diamankan, petugas akan menelusuri alamat dan keberadaan keluarga untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Selain dibawa ke rumah singgah milik Dinsos, ODGJ juga dapat dirujuk ke RSJ Sambang Lihum dengan pendampingan dari TRC Dinsos. “Kalau masih ada keluarganya pun kita tetap bantu mendampingi lewat TRC, terutama dalam mengurus administrasi,” ungkap Lufi.

Sementara itu, berdasarkan data rumah singgah Dinsos Banjarmasin, saat ini terdapat sekitar 46 orang yang masih menjalani rehabilitasi dan penampungan sementara. Mayoritas penghuni rumah singgah merupakan ODGJ, sedangkan sebagian kecil lainnya adalah orang terlantar.

Pekerja rumah singgah, Risna mengatakan jumlah ODGJ yang dibawa petugas belakangan ini sebenarnya tidak terlalu banyak. “Kalau banyak tidak juga, paling tiga kemarin. Tapi sudah pulang karena dijemput keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah penghuni rumah singgah justru menurun dibanding hari-hari biasanya yang pernah mencapai sekitar 60 orang. Pergantian penghuni juga berlangsung dinamis, tergantung perkembangan kondisi kesehatan dan penjemputan dari pihak keluarga.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#kalimantan selatan #satpol pp #banjarmasin #odgj