RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR pernah mengecek langsung ke sana. Hasilnya, saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan.
Kondisi akses jalan menuju SDN Basirih 10 Banjarmasin di Jalan Simpang Sungai Jelai, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, masih saja memprihatinkan. Jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah tersebut tetap rusak, dan berlumpur. Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas belajar mengajar, sekaligus membahayakan keselamatan peserta didik yang harus berjalan kaki melewati jalur tersebut setiap hari.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin yang memiliki kewenangan penanganan jalan. “Namun tetap tergantung PUPR kapan melaksanakan. Kami sudah menyampaikan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Ryan berharap penanganan dapat segera dilakukan, karena akses jalan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan pendidikan.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi menjelaskan persoalan akses menuju SDN Basirih 10 sebenarnya sudah pernah dibahas dalam kunjungan bersama pada tahun sebelumnya. Saat itu, Pemko Banjarmasin melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait kajian kelayakan sekolah, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah tetap dipertahankan di lokasi saat ini, atau dipindahkan ke tempat yang lebih mudah dijangkau.
Menurut Chandra, kendala utama pembangunan jalan di kawasan tersebut adalah sulitnya mobilisasi material. “Jalannya sempit. Apabila melalui jalur sungai juga cukup berat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemko Banjarmasin berharap adanya dukungan masyarakat sekitar berupa hibah lahan agar akses menuju sekolah dapat diperlebar.
Dengan begitu, kendaraan pengangkut material maupun alat berat nantinya lebih mudah masuk ke lokasi pengerjaan jalan. “Kami akan koordinasikan lagi terkait rencana penanganan ruas jalan ini,” pungkas Chandra.
Jalan Rusak ke SDN Basirih 10 Banjarmasin
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief