Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

18 Petani di Banjarmasin Akan Ikuti Penas Tani Nelayan di Gorontalo, Termuda Usia 25 Tahun

Zulvan Rahmatan • Senin, 18 Mei 2026 | 16:04 WIB
MENYEMPROT: Petani menyemprot padi di sawah.(Dok.Radar Banjarmasin)
MENYEMPROT: Petani menyemprot padi di sawah.(Dok.Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Di tengah rasionalisasi anggaran yang sempat menjadi tantangan, 18 petani milenial akhirnya dipastikan mewakili Banjarmasin ke Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Juni 2026 mendatang.

Seluruh perwakilan mewakili setiap kecamatan di Kota Banjarmasin. Usianya beragam, tertua adalah 39 tahun, sedangkan yang termuda berusia 25 tahun.

Kepala Bidang Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Banjarmasin, Jenderawati menegaskan ajang nasional empat tahunan itu dinilai penting sebagai sarana pembelajaran dan penguatan semangat generasi muda di sektor pertanian.

Menurutnya, Penas bukan sekadar perjalanan dinas, melainkan forum strategis untuk menambah wawasan dan jejaring petani, di tengah menurunnya minat generasi muda pada profesi pertanian. 

“Di Penas, mereka akan belajar, praktik dan berinteraksi langsung antar perwakilan pertani dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya, Senin (18/6/2026).

Menurutnya, berkontribusi terhadap ajang Penas ini merupakan dukungan terhadap profesi petani, di luar penyuluhan rutin cara bertanam dan pengendalian hama seperti yang selama ini dilakukan DKP3.

Jenderawati menekankan, para petani tidak akan menikmati fasilitas mewah selama kegiatan. Mereka justru akan tinggal dan beraktivitas langsung di wilayah dengan tingkat stunting serta pendapatan per kapita menengah ke bawah.

Ia berharap para peserta benar-benar menyerap ilmu selama kegiatan. Agar ketika pulang, dapat menerapkannya untuk kemajuan pertanian di Kota Seribu Sungai.

“Mereka didorong menularkan apa yang di dapat di sana, kita pantau dan kita monitoring karena mereka masih binaan dinas,” jelasnya.

Selain itu, para petani milenial ini nantinya akan mendapat bimbingan langsung dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), baik melalui pembekalan teori maupun praktik lapangan.

KTNA juga memiliki petunjuk teknis (juknis) yang jelas terkait pelaksanaan, terutama seputar kegiatan di wilayah pertanian di Pulau Sulawesi tersebut.

Berkaca pada Penas Tani Nelayan di Padang, Sumatera Barat pada 2022 lalu, kata dia, belum terdapat evaluasi yang cukup berarti. 

Justru, dari sekian banyak hal yang dipelajari, masih terdapat pengetahuan yang masih dapat diimplementasikan terhadap aktivitas pertanian di Kota Banjarmasin hingga saat ini, sepeti pola penanaman dan pengendalian hama secara organik.

Terkait tipografi wilayah Gorontalo, Jenderawati mengakui adanya perbedaan jenis lahan dan komoditas unggulan di tiap daerah. 

Meski demikian, ia optimistis petani Banjarmasin tetap dapat memetik banyak pelajaran yang masih memungkinkan.

Mulai dari pemeliharaan tanaman, pemupukan, penggunaan sarana produksi, hingga pemanfaatan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakter lahan pasang surut.

Proses seleksi dilakukan secara ketat. Calon peserta harus legal, terdaftar dalam aplikasi Simluhtan nasional, berdomisili dan aktif bertani di Banjarmasin, berusia maksimal 39 tahun, sehat jasmani, serta memiliki komitmen belajar dan berbagi ilmu.

 “Harus ada pertanggungjawaban, dan tiap malam di sana mereka bikin laporan. Karena pakai anggaran daerah, jangan sampai tidak ada hasil produktif ketika pulang,” ungkapnya.

“Mereka juga membuat surat pernyataan agar benar-benar mengikuti sungguh-sungguh sesuai yang kita harapkan. Artinya secara perilaku pun harus baik,” tambah Jenderawati.

Ia menegaskan ketahanan pangan merupakan bagian dari asta cita Presiden Prabowo Subianto yang harus mendapat perhatian serius. Selama ini, kebutuhan pangan Banjarmasin masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Editor : Sutrisno
#petani #banjarmasin