Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Akses SDN Basirih 10 Banjarmasin Masih Memprihatinkan

Endang Syarifuddin • Senin, 18 Mei 2026 | 11:56 WIB
Kondisi akses jalan menuju SDN Basirih 10 Banjarmasin di kawasan Sungai Jelai masih rusak dan berlumpur. Hingga kini perbaikan jalan masih belum juga terealisasi.(Eka untuk Radar Banjarmasin)
Kondisi akses jalan menuju SDN Basirih 10 Banjarmasin di kawasan Sungai Jelai masih rusak dan berlumpur. Hingga kini perbaikan jalan masih belum juga terealisasi.(Eka untuk Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kondisi akses jalan menuju SD Negeri Basirih 10 Banjarmasin di Jalan Simpang Sungai Jelai, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, masih memprihatinkan. Jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah itu hingga kini masih rusak, berlumpur, dan belum ada perbaikan. 

Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas belajar mengajar. Selain menyulitkan akses menuju sekolah, warga jua khawatir terhadap keselamatan peserta didik yang harus berjalan kaki melewati jalur tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengungkapkan pihaknya sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum wan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin yang mempunyai kewenangan.

“Namun tetap tergantung PUPR kapan melaksanakan. Kami sudah menyampaikan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan pihaknya berharap penanganan dapat segera dilakukan karena akses jalan sangat penting untuk menunjang proses kegiatan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi, menjelaskan persoalan akses jalan menuju SDN Basirih 10 sebenarnya sudah pernah dibahas dalam kunjungan bersama tahun sebelumnya.
Saat itu, pemko melakukan koordinasi dengan Disdik terkait kajian kelayakan sekolah tersebut, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah tetap dipertahankan di lokasi sekarang atau dipindahkan ke tempat lain yang lebih mudah dijangkau.

Menurut dia, kendala utama pembangunan jalan di kawasan tersebut adalah sulitnya mobilisasi material karena akses jalan sempit. Pengangkutan material melalui jalur sungai jua dinilai cukup berat.

“Kendala pembangunan jalan di sana karena akses mobilisasi material sulit, jalannya sempit, dan apabila melalui jalur sungai juga cukup berat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemko berharap adanya dukungan warga sekitar berupa hibah lahan agar akses menuju sekolah dapat diperlebar sehingga kendaraan pengangkut material maupun alat berat lebih mudah masuk ke lokasi.

“Kami akan koordinasikan lagi terkait rencana penanganan ruas jalan ini,” pungkas Chandra.

Editor : M Oscar Fraby
#kota banjarmasin #Pendidikan #pupr