RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - SKPD penghasil pendapatan di Kota Banjarmasin diminta segera beradaptasi dengan sistem digital baru dalam pengelolaan laporan keuangan daerah. Langkah tersebut dilakukan menyusul peluncuran aplikasi Sistem Laporan Pendapatan (Silapat) yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mempermudah pemantauan laporan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara real time.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Banjarmasin, Edy Wibowo mengatakan selama ini pengelolaan laporan keuangan, khususnya setoran PAD, masih dinilai kurang efisien karena banyak proses dilakukan secara manual. Akibatnya, pencarian data maupun penyusunan laporan kerap membutuhkan pekerjaan tambahan dan memakan waktu. “Siap tidak siap, SKPD penghasil harus mengikuti untuk menginputnya di Silapat,” ujarnya, Rabu (13/5).
Menurut Edy, penerapan sistem digital tersebut akan menciptakan pola kerja yang lebih efektif. Perkembangan keuangan dapat dipantau secara langsung dan mudah diakses kapan saja saat diperlukan. Selain itu, setiap transaksi yang masuk melalui bank nantinya langsung diinput ke sistem lengkap dengan bukti transfer agar sesuai dengan data kas daerah.
“Jadi saat akhir bulan tidak bingung lagi karena datanya sudah masuk dan terdokumentasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, sistem ini juga menjadi langkah untuk meningkatkan kedisiplinan seluruh SKPD dalam penginputan data keuangan. Dengan demikian, proses penyusunan laporan tidak lagi dilakukan secara manual seperti sebelumnya.
Untuk memastikan aplikasi berjalan optimal, BPKPAD terus melakukan pendampingan secara berkala kepada seluruh operator SKPD penghasil. Evaluasi dijadwalkan minimal satu kali setiap bulan agar seluruh petugas memahami mekanisme penginputan data dengan benar.
Menurutnya, sistem Silapat masih berpotensi terus dikembangkan agar pemanfaatannya semakin maksimal di lingkungan pemerintah kota.
Dalam waktu dekat, Pemko Banjarmasin juga akan menghadapi rapat triwulan II. Karena itu, seluruh data ditargetkan sudah tersedia sewaktu-waktu apabila dibutuhkan untuk laporan terkini. “Jangan sampai saat diminta mendadak, laporannya lambat. Makanya teknologi ini digunakan untuk mempermudah pekerjaan,” katanya.
Edy menambahkan, apabila ditemukan SKPD yang belum melakukan penginputan, pihaknya akan melakukan pemanggilan sekaligus pendampingan langsung.
“Kalau memang belum bisa, nanti dibantu input di sini. Sekali atau dua kali, namun tidak secara terus menerus,” tambahnya.
Selain pendampingan, sosialisasi terhadap penggunaan sistem aplikasi digital tersebut juga terus dilakukan secara bertahap agar menjadi kebiasaan baru di seluruh SKPD penghasil pendapatan.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief