RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru bersiap menghadapi ancaman Hantavirus.
Meski hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, upaya deteksi dini di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) mulai diperketat.
Kepala Dinkes Kota Banjarbaru, Juhai Triyanti Agustina, menegaskan bahwa status Banjarbaru saat ini masih nihil temuan Hantavirus.
"Saat ini tidak ada, mudahan tidak akan ada," ujarnya, Selasa (12/5).
Kendati demikian, Juhai menginstruksikan seluruh fasyankes untuk meningkatkan skrining terhadap pasien.
Petugas diminta lebih jeli melakukan anamnesa, terutama jika pasien memiliki riwayat kontak dengan tikus atau bekas gigitan hewan pengerat tersebut.
Langkah ini dibarengi dengan penguatan surveilans di wilayah rawan dan pintu masuk kedatangan pelaku perjalanan.
Mengingat Banjarbaru merupakan gerbang udara utama, pengawasan terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis menjadi prioritas.
"Kami juga melakukan pelacakan terhadap kasus suspek. Jika ada kecurigaan, hasil laboratorium akan segera dipastikan untuk memantau potensi penyebaran secara cepat," imbuh Juhai.
Disinggung mengenai kesiapan sarana prasarana, Juhai memastikan Puskesmas di Banjarbaru siap memberikan penanganan medis.
Ia menjelaskan, pengobatan Hantavirus memang tidak memiliki protokol spesifik, melainkan fokus pada penanganan gejala yang muncul pada pasien (simptomatik).
Berbeda dengan Covid-19, Juhai menyebut langkah epidemiologi yang diambil saat ini lebih difokuskan pada pengendalian vektor (tikus).
"Sejauh ini belum ada laporan penularan dari manusia ke manusia. Penularan utamanya dari tikus atau curut melalui kotoran, urin, hingga air liur yang terhirup atau masuk lewat luka," jelasnya.
Masyarakat pun diimbau tidak panik namun tetap meningkatkan standar kebersihan lingkungan. Gejala Hantavirus sendiri mirip dengan flu (flu-like syndrome) yang biasanya muncul 1 hingga 8 minggu pasca paparan.
"Paling penting adalah membasmi sarang tikus di rumah. Tutup makanan dengan rapat, rajin cuci tangan pakai sabun, dan gunakan APD seperti masker serta sarung tangan saat membersihkan gudang atau berkebun," pungkas Juhai.
Editor : Sutrisno