RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Setelah sekian lama ditempati resto apung, kawasan strategis di depan Balai Kota Banjarmasin bakal disulap menjadi ruang wisata sungai yang lebih tertata, estetik, dan nyaman untuk masyarakat.
Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menyiapkan konsep penataan baru usai tongkang yang selama ini bersandar di kawasan tersebut dipindahkan.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR mengapresiasi sikap kooperatif pemilik tongkang yang bersedia memindahkan armadanya demi mendukung penataan kawasan. Menurutnya, lokasi di depan Balai Kota merupakan wajah kota yang perlu ditata dengan baik agar lebih menarik dan nyaman dinikmati masyarakat.
“Karena ini berada di depan Balai Kota, tentu harus punya penampilan yang bagus. Kita ingin kawasan ini lebih tertata dan nyaman untuk masyarakat,” ujarnya, Senin (11/5).
Salah satu konsep yang disiapkan yakni pembangunan air mancur di kawasan siring. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru, sekaligus ruang santai bagi warga yang ingin menikmati suasana tepian sungai.
Tak hanya itu, Pemko juga mewacanakan menghidupkan kembali wisata pasar terapung di kawasan tersebut. Untuk mendukung rencana itu, nantinya akan dibangun akses turun atau dermaga kecil di sisi siring. “Ke depan, kita ingin menghadirkan sesuatu yang ikonik. Jadi bukan hanya tempat kuliner malam, tapi bisa menjadi ruang wisata dan tempat santai masyarakat saat akhir pekan,” katanya.
Yamin menjelaskan, kawasan tersebut berkaitan dengan aset milik Pelindo. Karena itu, Pemko telah melakukan koordinasi untuk mendukung penataan kawasan secara maksimal.
Ia juga mengapresiasi langkah pihak Pelindo yang mulai melakukan pembersihan dan penataan vegetasi di area siring. “Kita sudah koordinasi dan berterima kasih karena pihak Pelindo sudah mulai membersihkan kawasan. Nanti akan dibahas lagi bentuk kerja samanya agar tempat ini bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Pemko juga meminta dinas terkait melakukan penjajakan teknis bersama otoritas pelabuhan. Penataan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga menambah ruang publik baru di tengah Kota Banjarmasin.
Dukungan terhadap penataan kawasan juga datang dari DPRD Kota Banjarmasin. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Hendra menilai pemindahan tongkang menjadi bukti bahwa penegakan aturan dapat berjalan efektif melalui pendekatan persuasif.
“Pada prinsipnya kami mendukung penataan kawasan itu. Ini membuktikan penegakan aturan dan pendekatan persuasif bisa berjalan efektif ketika semua pihak kooperatif,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kawasan eks tongkang tidak sekadar menjadi proyek kosmetik tanpa konsep yang matang. Menurutnya, penataan harus benar-benar terintegrasi dengan identitas Banjarmasin sebagai kota sungai, dan tetap memperhatikan dampak ekonomi bagi masyarakat serta keberlangsungan UMKM.
“Jangan hanya berorientasi pada tampilan visual. Tapi, bagaimana kawasan itu benar-benar hidup dan dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief