Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Penutup Drainase Hilang dan Rusak di Kuin Selatan Terus Berulang, PUPR Banjarmasin Rencanakan Rehabilitasi Menyeluruh

Zulvan Rahmatan • Senin, 11 Mei 2026 | 16:28 WIB
BERULANG: Persoalan penutup drainase yang terus berulang di Jalan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat memantik perhatian serius. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
BERULANG: Persoalan penutup drainase yang terus berulang di Jalan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat memantik perhatian serius. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Persoalan tutup drainase di Jalan Kuin Selatan, Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat masih terus berulang. 
Selain menjadi pekerjaan tambahan bagi warga, kondisi demikian justru kerap menyimpan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan yang melintas.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat tujuh penutup drainase dalam kondisi tidak semestinya. 
Dua titik terbuka tanpa penutup drainase, dua titik ditambal menggunakan penyangga kayu dan tiga titik dalam proses perbaikan oleh pekerja.
Sejumlah warga menilai, tutup drainase memang rentan jadi target pencurian. Namun, kondisi itu hanyalah pembuka peluang. 
Sebab menurut mereka, penutup drainase terlebih dahulu patah sebelum akhirnya menghilang. 
Kondisi itu diduga tak luput dari peran mobil-mobil truk yang melintas. Lama-lama, penutup drainase menjadi patah, sehingga mudah dicuri.
“Kalau patah jadi mudah dicongkel, pasti tak lama hilang,” ujar Idah, warga setempat, Senin (11/5/2026).
Idah mengeluhkan, persoalan penutup drainase di lingkungan seperti tak berujung. Hilang dan diperbaiki, namun nanti muncul lagi persoalan serupa di titik lain.
Bahkan kerap, ia harus memelihara sendiri penutup drainase, seperti yang sudah diganti dengan kayu, namun mulai melemah karena kondisi penambalan darurat yang hanya mengandalkan kepedulian warga.
“Karena ini dibuat darurat, otomatis lemah, jadi harus dikasih ban agar orang tak melintas, khawatir tiba-tiba amburuk dan terperosok,” kata Idah.
Di titik lain lebih parah, drainase tanpa penutup bahkan disebut-sebut telah membuat korban. 
Kejadian tersebut setelah waktu subuh, saat pasar mulai buka di ruas jalan tersebut dan seorang wanita terperosok ke dalam lubang drainase tanpa penutup.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Drainase Dinas PUPR Banjarmasin, Harwita Oktania menjelaskan, kerusakan drainase yang terjadi berulang kali diduga dipengaruhi sejumlah faktor.
Mulai dari jenis material penutup, beban kendaraan yang melintas, hingga kondisi struktur drainase yang mengalami penurunan.
Diakuinya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengendara dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. 
Terutama saat malam hari maupun ketika genangan air menutupi bagian drainase yang rusak.
Ia menilai, penanganan sementara dengan mengganti tutup drainase menggunakan material beton secara berulang tanpa perbaikan menyeluruh membuat persoalan serupa terus kembali terjadi.
“Secara teknis, penanganan permanen perlu dilakukan melalui evaluasi struktur bibir saluran dan dudukan tutup drainase, penggunaan material penutup sesuai kapasitas beban jalan,” paparnya.
“Pemasangan rangka baja atau beton bertulang, hingga pengaturan utilitas bawah tanah agar tidak mengganggu struktur,” tambahnya.
Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan bertonase tinggi juga dinilai penting untuk mencegah kerusakan berulang.
Harwita menegaskan, untuk kawasan padat seperti Kuin Selatan dan Kuin Cerucuk, pemeliharaan rutin dinilai tidak lagi cukup. Diperlukan rehabilitasi drainase secara menyeluruh agar penanganan tidak terus bersifat tambal sulam.
“Kami akan mengoordinasikan usulan penganggaran rehabilitasi drainase kawasan Kuin Selatan ke tingkat pimpinan untuk dimasukkan dalam APBD 2027,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno
#banjarmasin #Drainase