RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Gerakan Asri Giat Babarasih 2026 yang diinisiasi Pemerintah Kota Banjarbaru mulai merambah dunia pendidikan. SDN 3 Kemuning resmi menjadi pionir pengolahan limbah di tingkat sekolah dasar melalui peluncuran Bank Sampah Sekolah.
Tak sekadar memilah sampah, para siswa di sekolah ini berhasil menyulap limbah domestik seperti sedotan bekas, stik es krim, hingga karton menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi.
Aksi kreatif itu mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby. "Ini luar biasa. Anak-anak mampu mengubah barang yang dianggap sampah menjadi karya bernilai ekonomi. Ide dan kreativitas setinggi ini harus kita promosikan secara luas," tegas Lisa.
Menurutnya, SDN 3 Kemuning kini menjadi barometer bagi sekolah lain di Banjarbaru. Pola edukasi berbasis lingkungan ini dinilai efektif membentuk karakter siswa sejak dini agar tidak hanya peduli kebersihan, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru, Abdul Basid, menyatakan bahwa peresmian bank sampah ini merupakan instruksi langsung dari wali kota untuk mengintegrasikan gerakan kebersihan ke dalam kurikulum pendidikan.
"Kami sudah instruksikan seluruh sekolah untuk berinisiatif serupa. Untuk jenjang SD, SDN 3 Kemuning adalah yang pertama. Sementara di tingkat SMP, program Green Leadership sudah berjalan di SMPN 1 Banjarbaru," jelas Basid.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief