Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Speed Bump di Jembatan Bromo Banjarmasin Batal Dipasang, Jadi Malah Semakin Membahayakan

Zulvan Rahmatan • Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:56 WIB
MELUNCUR: Kondisi turunan yang curam di Jembatan Pulau Bromo Banjarmasin dikeluhkan warga karena dinilai rawan memicu kecelakaan.
MELUNCUR: Kondisi turunan yang curam di Jembatan Pulau Bromo Banjarmasin dikeluhkan warga karena dinilai rawan memicu kecelakaan.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Jalur turunan Jembatan Gantung Pulau Bromo di Banjarmasin Selatan yang dinilai terlalu curam dan licin sangat membahayakan. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Banjarmasin mulai memikirkan langkah perbaikan demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Irinadi Wijaya mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap struktur turunan jembatan yang dikeluhkan warga.

Menurut Chandra, opsi pemasangan speed bump sempat dipertimbangkan. “Bidang Jalan dan Jembatan sudah turun. Rencana mau dipasang speed bump ternyata malah lebih membahayakan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Ia menegaskan, saat ini Dinas PUPR sudah memiliki desain perbaikan untuk mengurangi tingkat kecuraman jalur turun kendaraan di jembatan tersebut.

Meski begitu, pelaksanaan perbaikan masih memerlukan koordinasi lebih lanjut. Terutama terkait kesiapan anggaran fisik, dan kemungkinan pembebasan lahan tambahan.

Keluhan warga terkait kondisi turunan jembatan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Warga Pulau Bromo, Halim mengatakan hampir setiap hari ada pengendara yang kesulitan mengendalikan kendaraan saat melintas. Terutama ketika hujan, membuat permukaan jalan menjadi licin. “Turunannya terlalu curam. Banyak pengendara hilang kendali saat lewat di sini. Warga juga sudah sering mengeluhkan karena cukup membahayakan,” tuturnya.

Maraknya laporan kecelakaan akhirnya mendapat perhatian serius dari Komisi III DPRD Kota Banjarmasin. Pada Kamis (7/5/2026), rombongan dewan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk melihat langsung kondisi jembatan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar mengatakan sidak dilakukan setelah pihaknya menerima banyak aduan masyarakat.

“Kami menerima banyak laporan masyarakat mengenai kecelakaan di turunan Jembatan Pulau Bromo. Setelah ditinjau langsung, memang kondisi turunannya cukup curam dan membahayakan pengendara,” katanya.

Sebagai langkah awal, DPRD akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan instansi terkait untuk memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi.

“Rambu akan dipasang beberapa meter sebelum turunan supaya pengendara lebih berhati-hati saat melintas,” ujarnya.

Tak hanya itu, Komisi III DPRD juga berencana memanggil Dinas PUPR bersama konsultan perencana proyek dalam rapat dengar pendapat (RDP) guna mengevaluasi desain jembatan agar lebih aman.

Dewan turut mengusulkan pemasangan ban pengaman di titik rawan kecelakaan untuk meminimalkan dampak benturan jika terjadi insiden. “Tujuannya untuk mengurangi dampak kecelakaan di area turunan jembatan,” tutup Ridho.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#kalimantan selatan #jembatan bromo #Infrastruktur #PUPR Banjarmasin