Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pasca Kebakaran, Wali Kota Banjarmasin Enggan Bangun Ulang Pasar Harum Manis secara Asal-asalan

Zulvan Rahmatan • Jumat, 8 Mei 2026 | 15:33 WIB
PEDAGANG: Sejumlah pedagang yang lapaknya terbakar di Pasar Harum Manis ingin bertemu Wali Kota Banjarmasin untuk membahas pembangunan kembali. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
PEDAGANG: Sejumlah pedagang yang lapaknya terbakar di Pasar Harum Manis ingin bertemu Wali Kota Banjarmasin untuk membahas pembangunan kembali. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Pedagang bawang di Pasar Harum Manis kawasan Pasar Lima Banjarmasin tampaknya harus lebih bersabar. 

Pasalnya, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR ingin pembangunan di lokasi pascakebakaran tidak dilakukan secara kebut-kebutan dan menghasilkan bangunan yang seadanya.

Ia menegaskan, pembangunan kembali harus melalui perencanaan, agar kawasan menjadi lebih rapi dan mempertimbangkan ketahanan jangka panjang yang lebih tertata.

“Kita pernah bangun pasar yang seadanya dahulu, hasilnya ya seperti itu. Kedepannya, penataan harus dilakukan lebih baik jangan seada-adanya lagi,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Yamin menekankan, Banjarmasin bukan hanya pusat jasa dan perdagangan. Namun berpotensi menjadikan pasar seperti destinasi yang membuat pengunjung senang untuk datang.

Ketua DPC Partai Gerinda Banjarmasin ini berharap para pedagang yang terdampak mau mengikuti arahan Perumda Pasar untuk direlokasi, sembari rencana penataan kembali.

“Nah kita akan coba mengonsep dulu. Jadi jangan lagi yang bangun-bangun sembarangan,” jelasnya.

“Saya tidak mau bangunan itu hanya sekadar untuk berdagang dan berusaha saja. Tapi di sana harapan kita bangunannya yang bagus,” imbuh Yamin.

Selain itu, pertimbangan lain yakni pembangunan kembali dengan perencanaan yang lebih matang tentu membuatnya lebih permanen dan menghindari pekerjaan yang sama berulang-ulang.

Yamin menekankan, pembangunan kembali pasar tidak semata-mata berorientasi pada besaran anggaran maupun peningkatan pendapatan daerah (PAD), tetapi juga harus menghadirkan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat.

Menurutnya, penataan pasar perlu dilakukan secara menyeluruh agar memiliki estetika yang lebih baik. 

“Misalnya anggarannya berapa, hasilnya harus benar-benar bagus. Pedagang nyaman, pembeli juga nyaman datang berbelanja,” katanya.

Yamin menyoroti posisi kawasan pasar yang berada di bantaran sungai sehingga penataan harus terintegrasi dengan pembangunan kawasan sekitar, termasuk keberlanjutan pembangunan siring sungai yang dinilai masih terputus.

“Karena di situ berada di pinggir sungai, kita juga berharap siring yang masih putus bisa dilanjutkan pembangunannya,” tuturnya.

Yamin menambahkan, di pasar mana pun, seluruh konsep pembangunan harus memperhatikan estetika kota sekaligus kenyamanan aktivitas perdagangan.

“Kalau memang dibangun lagi, kita ingin bangunannya benar-benar estetik dan nyaman,” tambahnya.

Selain itu, Yamin meminta Perumda Pasar terus melakukan pendataan terhadap kondisi pasar-pasar di Banjarmasin untuk menentukan lokasi prioritas renovasi.

Terkait keinginan pedagang untuk beraudiensi langsung, Yamin memastikan Pemko Banjarmasin terbuka menerima seluruh aspirasi masyarakat.

“Kalau mereka ingin audiensi silakan saja, kami terbuka untuk siapa pun yang ingin menyampaikan saran dan pendapat,” ungkapnya.

Sehari sebelumnya, pemulihan lapak pedagang belum menemui kata sepakat.  Sejumlah pedagang tak bisa menahan diri. Pasalnya, kegiatan ekonomi tersebut dinilai tak bisa menunggu waktu lebih lama. 

Sejumlah pedagang mengaku harus melanjutkan aktivitas di tempat yang sama walaupun harus membangun lapak lagi dengan merogoh kocek sendiri.

Jika tidak, mereka khawatir, akses ke langganan terputus dan modal yang sudah terlanjur dikeluarkan tidak dapat diputar lagi karena ketiadaan tempat di lokasi yang sama.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #Pasar Harum Manis