RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Pengendara diminta ekstra hati-hati saat melintas di kawasan Malkon Temon. Kondisi jalan di wilayah ini berubah menjadi “jebakan”. Terutama tidak terlihat pada malam hari, setelah hujan turun.
Sejumlah lubang besar menganga di badan jalan. Yang paling berbahaya, lubang tersebut tertutup genangan air, sehingga terlihat seolah permukaan jalan masih rata. Situasi ini kerap mengecoh pengendara, khususnya roda dua.
Minimnya penerangan di lokasi semakin memperparah kondisi. Lubang jalan menjadi sulit terdeteksi, meningkatkan risiko kecelakaan.
Warga setempat, Muhajir menyebut kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius. “Kalau malam habis hujan, sangat berbahaya. Air menutup lubang, orang tidak tahu kalau di bawahnya dalam,” ujarnya, Rabu (6/5).
Menurutnya, kejadian pengendara terjatuh sudah sering terjadi. Terutama bagi warga luar yang tidak familiar dengan kondisi jalan tersebut.
“Kelihatannya rata, ternyata lubangnya dalam. Sudah sering ada yang jatuh,” tambahnya.
Ia menilai perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara. Tambal sulam cepat rusak, sehingga lubang kembali muncul.
Warga pun mendesak Pemerintah Kota Banjarmasin untuk melakukan perbaikan permanen agar tidak terus memakan korban. “Jangan cuma tambal sulam. Ini sudah sering makan korban,” tegasnya.
Sorotan juga datang dari DPRD. Anggota Komisi III, Rian Zulfikar menilai kondisi ini sudah menjadi ancaman serius bagi keselamatan. “Ini bukan sekadar gangguan, tapi ancaman nyata bagi warga,” katanya.
Ia menyebut pola kerusakan yang berulang menunjukkan belum adanya solusi permanen. DPRD pun akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan menyeluruh.
Langkah yang didorong meliputi pemetaan titik rawan, evaluasi sistem drainase penyebab genangan, hingga penganggaran perbaikan permanen melalui APBD Perubahan.
Sementara untuk jangka pendek, DPRD meminta pemasangan rambu peringatan dan peningkatan penerangan jalan. “Minimal ada rambu dan lampu yang memadai agar pengendara lebih waspada,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada Kepala Disperkim Kota Banjarmasin belum mendapat tanggapan.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief