Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Nekat Bawa Pemanas Air, Calon Jemaah Haji Banjarmasin Diingatkan Soal Barang yang Dilarang

Endang Syarifuddin • Senin, 4 Mei 2026 | 13:36 WIB
EDUKASI: Kemenhaj Kota Banjarmasin memberikan edukasi kepada jemaah calon haji terkait aturan barang bawaan yang diperbolehkan dan dilarang dalam penerbangan. (Foto: Ahmad Sya
EDUKASI: Kemenhaj Kota Banjarmasin memberikan edukasi kepada jemaah calon haji terkait aturan barang bawaan yang diperbolehkan dan dilarang dalam penerbangan. (Foto: Ahmad Sya'rani untuk Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kebiasaan membawa barang berlebih saat berangkat haji masih ditemukan di kalangan jemaah calon haji (JCH) Banjarmasin.
Bahkan, ada yang nekat membawa alat pemanas air. Padahal, barang tersebut dilarang dalam penerbangan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Banjarmasin, H Ahmad Sya’rani, menegaskan pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan soal aturan tersebut, tapi masih ada saja ditemukan.
“Masih ditemukan yang membawa alat pemanas seperti magic jar. Itu tidak diperbolehkan karena bisa mengganggu keselamatan penerbangan,” ujarnya, Senin (5/5/2026).
Ia menekankan, aturan ketentuan batasan barang bawaan itu selain demi keamanan, juga untuk kelancaran proses keberangkatan.
“Kalau masih ada yang membawa barang terlarang, itu bisa memperlambat proses pemeriksaan dan pengiriman barang jemaah,” tambahnya.
Sya’rani memastikan, fasilitas di Arab Saudi sebenarnya sudah sangat memadai. Jemaah tidak perlu membawa peralatan tambahan dari rumah.
“Di sana fasilitasnya sudah seperti hotel. Air panas tersedia, jadi tidak perlu lagi membawa alat pemanas sendiri,” jelasnya.
Selain soal barang bawaan, Kemenhaj Banjarmasin juga memberikan edukasi terkait kondisi pemondokan di Madinah. Di sana, jemaah tidak akan menemukan mesin cuci maupun tempat jemuran di hotel.
“Di Madinah tidak ada mesin cuci dan tempat jemuran. Masa tinggal juga hanya sekitar delapan hari. Jadi lebih disarankan mencuci sendiri dan menjemur di dalam ruangan,” katanya.
Kondisi berbeda ditemui di Makkah, di mana sebagian hotel masih menyediakan ruang jemuran.
Namun, jemaah tetap diminta menyesuaikan diri dengan fasilitas yang ada.
Hal lain yang tak kalah penting, adalah pemahaman terhadap fasilitas hotel modern. Seperti lampu otomatis yang menggunakan sensor gerak.
“Lampu di sana banyak yang pakai sensor. Kalau kita tidur, lampu bisa mati sendiri. Ini sering disalahartikan oleh jemaah, bahkan dikaitkan dengan hal mistis,” ungkapnya.
Menurutnya, edukasi ini penting, terutama bagi jemaah yang belum terbiasa tinggal di hotel atau berasal dari daerah pinggiran.
“Makanya kami luruskan. Itu murni teknologi, bukan hal-hal mistis,” tegasnya.
Terkait skema keberangkatan, CJH Banjarmasin tahun ini terbagi dalam dua gelombang. Sebagian berangkat lebih dulu ke Madinah, sementara lainnya langsung menuju Makkah.
Total ada enam kloter yang akan memberangkatkan jemaah asal Banjarmasin. Kloter pertama menjadi yang terbanyak, yakni 354 jemaah dan dijadwalkan berangkat pada 24 April pukul 00.05 WITA.
Selanjutnya, kloter 8 pada 4 Mei pukul 23.35 WITA sebanyak 231 jemaah. Kemudian kloter 14 pada 13 Mei pukul 09.15 WITA sebanyak 21 jemaah, kloter 17 pada 18 Mei pukul 02.15 WITA sebanyak 53 jemaah, kloter 18 pada 19 Mei pukul 12.15 WITA sebanyak 9 jemaah, serta kloter 19 pada 21 Mei pukul 00.15 WITA sebanyak 52 jemaah.
Sya’rani juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah, terutama saat awal tiba di Tanah Suci.
“Laksanakan dulu yang wajib. Jangan langsung memforsir tenaga untuk ibadah sunnah. Kondisi tubuh harus dijaga,” pesannya. 
Ia bahkan membagikan pengalaman pribadi saat bertugas di Tanah Suci. Kelelahan berlebih bisa berdampak serius.
“Saya pernah mengalami sendiri sampai terkena serangan jantung. Ini jadi pelajaran penting agar jemaah lebih bijak mengatur tenaga,” tandas Sya'rani.
Editor : Sutrisno
#haji #banjarmasin