Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemasangan Leding Bagi Warga Ekonomi Bawah Masuk Kajian Untuk Digratiskan, PTAM Bandarmasih Juga Sosialisasi Pencegah Korupsi

Zulvan Rahmatan • Jumat, 1 Mei 2026 | 13:21 WIB
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, Anggota Komisi III DPR RI, Endang Agustina dan Direktur Utama PTAM Bandarmasih, Zulbadi saat kegiatan Sosialisasi Penguatan Penegakan Hukum sebagai upaya pencegahan korupsi. (Foto: Diskominfotik Banjarmasin)
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, Anggota Komisi III DPR RI, Endang Agustina dan Direktur Utama PTAM Bandarmasih, Zulbadi saat kegiatan Sosialisasi Penguatan Penegakan Hukum sebagai upaya pencegahan korupsi. (Foto: Diskominfotik Banjarmasin)
 
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR terus mendorong upaya pembenahan, memaksimalkan pelayanan masyarakat yang lebih merata, termasuk layanan distribusi air bersih yang di kelola perusahaan daerah PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih.
 
Ia menegaskan, sejumlah catatan PR masih perlu untuk dibenahi. Penyaluran air bersih dinilai masih belum maksimal, seperti belum menyentuh wilayah-wilayah ujung Kota Banjarmasin. 
 
“Tentu masih ada yang perlu dibenahi, tujuan akhirnya air bersih tetap harus menyentuh ujung kota dengan melakukan peningkatan,” ujarnya. Kamis (30/4/2026) setelah Kegiatan Sosialisasi Penguatan Penegakan Hukum yang digelar di Aula PTAM Bandarmasih.
 
Seperti diketahui, akses air bersih masih menjadi persoalan bagi sebagian warga di kawasan Pulau Bromo ujung, Kecamatan Banjarmasin Selatan. 
 
Bukan karena jaringan air tidak tersedia, melainkan keterbatasan biaya membuat sejumlah warga belum mampu memasang sambungan leding.
 
Di kawasan tersebut, lebih dari sepuluh rumah tangga yang ditemui mengaku masih mengandalkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci dan mandi.
 
Selain menekankan peningkatan infrastruktur layanan, persoalan kembali dihadapkan tantangan lain, seperti kendala ekonomi yang berasal dari warga. Untuk itu, Yamin juga menaruh perhatian terhadap kondisi tersebut.
 
Ia mengatakan, standar pemasangan leding dari PTAM memang telah memiliki ketentuan. Namun ia menegaskan, akan mengkaji, kiranya agar masyarakat dengan ekonomi di bawah bisa diberikan pemasangan leding gratis.
 
“Saya sempat dengar itu, kita sempat koordinasi dengan dirut ternyata tidak mahal. Namun harapannya kita ingin bisa digratiskan, namun kita akan kaji dahulu,” jelasnya.
 
Di sisi lain, upaya pemberantasan korupsi di lingkungan perusahaan daerah juga ditekankan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui kegiatan sosialisasi saat itu.
 
Bukan forum formal, sosialisasi itu menjadi sinyal kuat bahwa perbaikan sistem pelayanan publik harus dimulai dari integritas internal.
 
Ketua DPC Partai Gerindra Banjarmasin ini menegaskan, persoalan korupsi tidak bisa lagi dipandang sebagai isu hukum semata, tetapi sebagai ancaman langsung terhadap kepercayaan masyarakat dan kualitas layanan pemerintah.
 
"Korupsi itu bukan hanya pelanggaran hukum, tapi ancaman serius bagi kepercayaan publik dan keberlanjutan pembangunan. Kalau dibiarkan, yang rusak bukan hanya sistem, tapi juga harapan masyarakat," tegas Yamin.
 
Dijelaskannya, inisiatif PTAM Bandarmasih yang menggelar sosialisasi adalah langkah konkret memperkuat sistem pengawasan dan membangun budaya kerja yang transparan. 
 
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran direksi, pegawai perusahaan, unsur pemerintah daerah, serta perwakilan legislatif, termasuk Anggota Komisi III DPR RI, Endang Agustina.
 
Di balik komitmen itu, Yamin mengakui masih ada tantangan internal yang harus dihadapi secara jujur. 
 
Ia menyoroti bahwa praktik penyimpangan seringkali justru muncul dari dalam sistem itu sendiri.
 
"Kita tidak bisa menutup mata, tantangan terbesar itu kadang datang dari internal. Maka solusinya bukan hanya regulasi, tapi keberanian bertindak, konsistensi dan keteladanan di setiap level organisasi,” tuturnya.
 
Untuk itu, Yamin mendorong adanya kesadaran untuk mencegah dan menjaga terjadinya penyimpangan di lingkup internal perusahaan daerah.
 
"Tidak boleh ada toleransi terhadap penyimpangan, sekecil apa pun. Kita ingin membangun sistem yang bersih, pelayanan yang adil dan kepercayaan masyarakat yang kuat. Itu hanya bisa dicapai kalau integritas benar-benar dijalankan, bukan hanya diucapkan,” tegasnya lagi.
 
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI, Endang Agustina menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak hanya bertumpu pada sistem, tetapi juga pada karakter individu. 
 
Dalam kunjungannya ke Banjarmasin dalam rangka reses, ia menilai penguatan moral menjadi fondasi utama.
 
Dirinya juga menyebut bahwa Banjarmasin berpeluang besar untuk membangun tata kelola perusahaan daerah yang lebih kredibel dan akuntabel.
 
“Kalau ingin sistem ini bersih, mulai dari diri sendiri. Jujur, tidak hidup berlebihan dan bersyukur. Karena saat seseorang mulai ingin lebih dari yang semestinya, di situlah celah penyimpangan muncul,” pungkasnya.
Editor : Arif Subekti
#banjarmasin #distribusi air #air bersih #pelayanan