Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Harga Dexlite Naik, Ongkos Truk Sampah juga Naik, DLH Banjarmasin Terbebani

Zulvan Rahmatan • Sabtu, 25 April 2026 | 13:59 WIB
PARKIR: Truk angkutan DLH Banjarmasin yang terparkir di kawasan Pasar Sentra Antasari Banjarmasin.(Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
PARKIR: Truk angkutan DLH Banjarmasin yang terparkir di kawasan Pasar Sentra Antasari Banjarmasin.(Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Menyusul harga Dexlite yang naik, pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin juga mengalami kenaikan ongkos operasional, khususnya untuk mobilitas armada pengangkut sampah.

Pasalnya, harga Dexlite mengalami kenaikan signifikan, dari Rp 14.800 per liter melonjak menjadi Rp 24.650 per liter. Selisih mencatatkan kenaikan mencapai Rp9.850 per liter.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Marzuki menjelaskan ongkos operasional juga naik mengikuti harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite.

Sebab sejak awal, seluruh truk pengangkut sampah milik pemerintah kota beroperasi menggunakan BBM jenis tersebut.

“Memang tambah terbebani anggaran, karena samgat lumayan naiknya,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia berharap fluktuasi harga BBM ini dapat menurun. Jika berlangsung lama, tidak menutup kemungkinan akan dibahas dalam anggaran perubahan.

Marzuki menambahkan, satu armada diperkirakan bisa menempuh jarak minimal 100 kilometer dalam sehari. Belum jika hitungannya dikalikan dua karena jarak pulang pergi dari TPA Banjarbakula di Banjarbaru.

“Kalau 20 liter saja apa tidak sekitar Rp500 ribu, pulang pergi bisa Rp1 jt,” jelasnya.

Di tengah darurat sampah yang belum usai, ia memastikan tidak ada armada truk pengangkut sampah yang beristirahat akibat dampak harga Dexlite.

“Truk kita ada tugas wajib, tidak ada istilahnya terpaksa istirahat karena beban harga BBM karena menyangkut pelayanan,” tekannya.

Hingga saat ini, DLH Banjarmasin mencatat memiliki 83 armada truk pengangkut sampah. Sedangkan, 57 di antaranya disebut mengalami penurunan performa karena usia yang berdampak pada konsumsi BBM yang boros, hingga frekuensi perawatan yang semakin tinggi.

Berdasarkan data daru jumlah tersebut, terdapat tiga unit truk berusia 15–20 tahun, 20 unit berusia 10–15 tahun, serta 34 unit di rentang usia 5–10 tahun.

Sementara sisanya, 23 unit berusia 3–5 tahun, dan hanya tiga unit yang tergolong baru, yakni 1–2 tahun. 

Editor: Arif Subekti

Editor : Arief
#DLH Banjarmasin #kalimantan selatan #BBM #banjarmasin