RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Revitalisasi Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh di Banjarmasin tak hanya diarahkan sebagai sarana edukasi flora dan fauna, tetapi juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru di dalam kota.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Ibnu Sabil menyebut keberadaan taman tersebut memiliki potensi besar untuk menunjang sektor pariwisata, sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR.
“Dari arahan wali kota, taman edukasi ini memang diharapkan menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata di Kota Banjarmasin,” ujarnya. Jumat (24/4/2026).
Jika revitalisasi yang sedang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) ini selesai, kawasan tersebut bakal memiliki sejumlah elemen pendukung, seperti koleksi satwa dan kolam yang bisa dikembangkan lebih optimal.
Meski dinilai memiliki nilai potensial, Sabil menilai pengelolaan yang baik tetap menjadi kunci agar destinasi ini layak dijual kepada wisatawan.
“Kalau memang dijadikan destinasi wisata, maka manajemen pengelolaannya harus benar-benar diperhatikan agar pengunjung tidak kecewa,” tambah Ibnu Sabil.
Menurutnya, kehadiran taman ini juga dapat menjadi alternatif ruang rekreasi ramah anak di Banjarmasin, sekaligus memperkaya pilihan destinasi wisata lokal.
Disbudporapar pun menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi, terutama dalam hal promosi, setelah proses revitalisasi rampung dan pengelolaan ditetapkan.
“Kami siap mendukung dari sisi promosi. Saat ini kami masih menunggu hasil revitalisasi, agar nantinya bisa dipastikan masuk dalam bagian destinasi wisata yang terkelola dengan baik,” jelasnya.
Ia menekankan, pengembangan sektor pariwisata harus memenuhi standar utama, yakni aman, nyaman dan bersih. Selain itu, strategi promosi juga perlu disusun dengan indikator yang jelas agar mampu menarik minat wisatawan.
Sementara itu, Kepala DKP3 Banjarmasin , Yuliansyah Effendi menyebut proses revitalisasi ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender sejak penandatanganan kontrak pada 30 Maret 2026.
“Targetnya selesai sekitar 27 Agustus 2026,” ungkapnya.
Ia menambahkan, progres awal pekerjaan mandiri untuk fisik bahkan telah melampaui target. Dari target 5 persen, realisasi di lapangan telah mencapai sekitar 7 persen.
Secara keseluruhan, anggaran yang digelontorkan untuk revitalisasi taman tersebut mencapai Rp2,9 miliar.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief