RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Valve distribusi milik PTAM Bandarmasih jadi sasaran tangan nakal. Hingga hari ini, tercatat sudah tiga valve ditutup sepihak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Petugas menemukan, valve berdiameter 500 milimeter di Kompleks Rawasari ditutup sebanyak dua kali. Kemudian, valve berdiameter 300 mililiter yang terletak di Jalan Sungai Gampa ditutup sekali.
Tindakan ini dinilai sangat merugikan PTAM Bandarmasih dan pelanggan. Pasalnya, valve berfungsi untuk mengatur pemerataan dan regulasi distribusi air bersih yang disalurkan.
Akibat paling parah, valve yang diintervensi tanpa prosedur yang benar atau ilegal berpotensi menutup distribusi air bersih ke sejumlah wilayah.
Manager TRD, Helmie Ansyari menjelaskan menutup valve itu perlu analisa dan perhitungan. Salah sedikit, pipa air bisa pecah jika memasuki tekanan air yang terlalu tinggi atau tidak dalam kontrol kendali.
“Tindakan ini sembarangan. Selain merusak jaringan pipa ini juga dinilai berbahaya. Pelanggan dan PTAM Bandarmasih bisa dirugikan,” jelasnya, Jumat (24/4/2026).
Mengantisipasi itu, PTAM Bandarmasih bakal memperketat pengamanan terhadap seluruh valve distribusi air di Kota Banjarmasin menyusul dugaan aksi oleh oknum yang dinilai sengaja.
Helmie menambahkan, valve juga merupakan salah satu komponen vital dalam sistem distribusi air bersih yang harus dijaga. Gangguan pada bagian ini dapat berdampak luas bagi masyarakat.
“Karena itu, ke depan akan kita pasang pengamanan ekstra. Sebenarnya kepala valve sudah kita lepas dan hanya bisa diputar dengan kunci khusus. Namun ternyata masih ada oknum yang bisa memutar dengan alat lain,” paparnya.
Selain penguatan sistem pengamanan, PTAM Bandarmasih juga akan meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik rawan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi.
Helmie menegaskan, pihaknya tidak akan segan menindak tegas pelaku apabila ditemukan bukti yang cukup. Sebelumnya, keterbatasan bukti menjadi kendala karena aksi dilakukan pada malam hari.
“Kalau ke depan ada bukti yang kuat, tentu akan kita proses sesuai hukum yang berlaku. Ini menyangkut kepentingan banyak orang,” tegasnya.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga infrastruktur perpipaan. Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi perusakan, warga diminta segera melapor.
“Silakan laporkan melalui call center kami atau kepada pihak berwajib. Dengan jaringan yang terjaga, distribusi air bersih bisa berjalan lancar,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno