Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ambulans Air Masih Jarang Digunakan, Kecuali Untuk Kegiatan Besar di Kota Banjarmasin 

Zulvan Rahmatan • Jumat, 24 April 2026 | 13:57 WIB
Ambulans Air yang terparkir di Sungau Martapura depan RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Ambulans Air yang terparkir di Sungau Martapura depan RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
 
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Keberadaan ambulans air milik RSUD Sultan Suriansyah masih disiagakan, namun intensitas penggunaannya sejauh ini masih nihil karena kebutuhan situasional yang dinilai masih wajar.
 
Direktur RSUD Sultan Suriansyah, Fajar Sukma Nan Agung menjelaskan, sejak dirinya menjabat awal Februari 2026 lalu belum ada catatan penggunaan ambulans air.
 
Ia menjelaskan, ambulans air memang didesain untuk kebutuhan mengakses jalur darat yang sulit dijangkau, terutama di wilayah ujung Kota Banjarmasin.
 
“Selama saya menjabat, belum ada panggilan untuk penjemputan menggunakan ambulans air,” ujarnya. Jumat (24/4/2026).
 
Ia menilai, infrastruktur jalan kini telah berkembang, sehingga potensi panggilan darurat untuk penjemputan menggunakan ambulans air tergolong jarang, kecuali bersiaga untuk kegiatan besar di dalam kota.
 
Peran ambulas air sangat terasa saat kegiatan tahunan, salah satunya seperti Haul Guru Zuhdi di Surgi Mufti, Banjarmasin Utara.
 
Lokasi acara yang dekat dengan jalur sungai bisa ditembus tim medis dengan cepat tanpa berhadapan dengan kepadatan di jalur darat menuju RSUD Sultan Suriansyah.
 
Di sisi lain, penggunaan ambulnas air juga mencatat biaya operasional berkali-kali lipat dibandingkan ambulnas darat. Untuk menjeput pasien hingga ujung kota, ambulans air bisa menyedot bahan bakar puluhan liter.
 
“45 liter itu bisa habis hanya untuk pulang pergi,” jelas Fajar Sukma.
 
Selain itu, standar klaim biaya kerap kali tidak sebanding dengan biaya operasional. Sehingga, klaim kesehatan menggunakan administrasi PBJS harus membuat pihak RS putar otak dengan subsidi silang.
 
Langkah ini menghindari pasien agar tidak terbebani secara berlebihan dan proses evakuasi tetap dapat berjalan mulus.
 
“Baik jauh atau dekat klaimnya sama hanya Rp100 ribu,” bebernya.
 
Keberadaan ambulans air kini terparkir di depan RSUD Sultan Suriansyah, tepatnya di Sungai Martapura dengan spesifikasi yang tetap terjaga dan perawatan yang rutin guna situasi darurat yang bisa saja diperlukan sewaktu-waktu.
Editor : Arif Subekti
#darurat #ambulans #RSUD Sultan Suriansyah #banjarmasin #air