Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rutilahu Naik Jadi Rp35 Juta, Sanitasi Wajib Dibenahi

Endang Syarifuddin • Jumat, 24 April 2026 | 13:52 WIB
Tahun ini, bantuan naik menjadi Rp35 juta per unit dengan tambahan khusus untuk perbaikan sanitasi.(Foto: Dok Radar Banjarmasin)
Tahun ini, bantuan naik menjadi Rp35 juta per unit dengan tambahan khusus untuk perbaikan sanitasi.(Foto: Dok Radar Banjarmasin)
 
 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kota Banjarmasin dipastikan naik tahun 2026. Nilai bantuan per unit rumah dari Rp30 juta menjadi Rp35 juta.
 
“Satu unit sekarang Rp35 juta. Nah, tambahan Rp5 juta itu khusus untuk sanitasi. Jadi tidak hanya memperbaiki bangunan saja,” kata  Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Nuryadi, Jumat (24/4/2016).
 
Ia menjelaskan saat ini program tersebut masih tahap finalisasi administrasi. Pihaknya tengah menyiapkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota sebelum pelaksanaan di lapangan.
 
“Sekarang sudah masuk tahap pembuatan SK Wali Kota. Setelah itu kami lakukan sosialisasi kepada penerima. Insyaallah April sudah mulai berjalan,” ujarnya.
 
Pada tahap awal melalui APBD murni 2026, sebanyak 125 unit rumah ditargetkan akan direnovasi. Lokasinya tersebar di sejumlah kelurahan yang ada di Banjarmasin. Meski demikian, angka tersebut masih berpotensi bertambah. Pemko membuka peluang penambahan melalui APBD Perubahan, menyusul tingginya usulan masyarakat.
 
Nuryadi menegaskan, penentuan penerima dilakukan secara selektif. Selain harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), calon penerima juga wajib memiliki bukti kepemilikan lahan yang sah.
"Yang membedakan tahun ini, setiap rumah yang diperbaiki tidak lagi hanya menyasar bagian fisik seperti atap, dinding, dan lantai. Aspek sanitasi menjadi syarat utama," ulangnya.
 
Dinsos juga mendorong penggunaan sistem sanitasi ramah lingkungan. Salah satunya dengan penerapan biofil sebagai pengganti septic tank konvensional.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman warga. Terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini masih terbatas akses sanitasi layak.
 
“Harapan kami, kualitas hidup masyarakat bisa meningkat, tidak hanya dari sisi tempat tinggal, tapi juga kesehatan lingkungannya,” tutupnya.
Editor : Arif Subekti
#banjarmasin #rumah tidak layak #Naik #bantaun