RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Menjelang kemarau, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin memaksimalkan pengerjaan infrastruktur di dalam kota, salah satunya memperluas jaringan drainase.
Kepala Bidang Drainase PUPR Banjarmasin, Harwita Oktania mengungkapkan 13 jaringan drainase baru akan dibangun tahun ini. Sedangkan, juga terdapat rencana peningkatan tiga kapasitas saluran dari infrastruktur yang sudah terbangun.
Prediksi kemarau dimanfaatkan untuk pengerjaan yang lebih efektif, mengingat potensi curah hujan yang minim terhadap dampak dari pengerjaan. “Pembangunan drainase tentu lebih efektif musim kemarau,” ujarnya. Senin (20/4/2026).
Meski dirasa lebih aman, menurutnya, Banjarmasin masih memiliki potensi pasang surut sewaktu-waktu yang berpotensi mempengaruhi proyek pengerjaan.
Berbeda dengan perluasan, pemeliharaan jaringan drainase di musim kemarau justru dinilai lebih sulit.
Harwita menjelaskan, kemarau akan berdampak pada pengerasan alami keberadaan sedimentasi, termasuk material seperti lumpur di dalam drainase.
Untuk itu, ia menegaskan ketersediaan alat yang sesuai untuk pengerjaan harus terpenuhi dan harus menerapkan skema pemeliharaan terjadwal.
“Dalam pemeliharaan, kemarau ada tanntangan tersendiri. Ada sedimen yang mengeras, alat perlu cukup dan pembersihan dilakukan berkala,” jelasnya.
Harwita menegaskan, sebagain infrastruktur drainase sudah mulai dikerjakan untuk tahun anggaran 2026.
Selain itu, seluruh rencana pengerjaan yang tersisa ditargetkan merealisasikan kontrak paling lambat pada bulan Mei mendatang.
“Targetnya agar seluruh pekerjaan bisa rampung semua di bulan Oktober,” terangnya.
Adapun anggaran yang ditaksir untuk pembangunan jaringan baru dan peningkatan kapasitas drainase sekitar Rp7 miliar.
Menurutnya, tahun ini anggaran drainase masih lebih rendah dibandingkan 2025. “Karena anggaran banyak terserap untuk pengadaan lahan Program NUFReP,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait genangan yang kerap melanda Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara, ia mengatakan kewenangan ada di Pemerintah Provinsi. Pihaknya pun hanya menjalin koordinasi.
Menurutnya, sudah terdapat DED perencanaan berupa Paket Rekonstruksi Jalan Gatot Subroto-Banua Anyar-Adhyaksa -Bundaran kayutangi.
Menurut informasi yang ia peroleh, paketnya sudah akan dikerjakan tahun ini yang dimulai dari Jalan Gatot Subroto (Fly over).
“Namun apakah sampai Jalan Sultan Adam-Adhyaksa, kami belum dapat konfirmasi dari PUPR Provinsi,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar memandang kemarau panjang sebagai kesempatan untuk percepatan pembenahan infrastruktur.
Pembenahan tersebut meliputi perbaikan jalan, drainase dan normalisasi saluran air dengan harapan saat musim hujan datang, risiko genangan dan banjir bisa diminimalisir.
“Kami akan mendorong SKPD memaksimalkan pekerjaan ini,” ungkapnya.
Politisi besutan Partai Golkar ini menekankan pengawasan akan terfokus pada ketepatan waktu, kualitas pekerjaan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, legislator ingatkan antisipasi dampak kemarau seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
“Intinya, ini saat yang tepat untuk berbenah, dan kami pastikan pelaksanaannya tetap terkontrol dan berpihak pada kepentingan warga,” pungkas Ridho.
Editor : Arief