https://radarbanjarmasin.jawapos.com, BANJARMASIN - Wacana revitalisasi Pasar Ujung Murung bukan sekali mencuat, namun sudah mewarnai isu lintas jabatan di kursi kepala daerah Kota Banjarmasin.
Kini, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR berharap revitalisasi Pasar Ujung Murung dapat terealisasi selama keperiodeannya.
Untuk itu, keterlibatan warga dan pedagang dinilai menjadi kunci krusial dalam memuluskan realisasi. Utamanya untuk mencapai kesepakatan bersama berdasarkan tahapan pembahasan revitalisasi.
“Yang penting kita rangkul dulu para pedagangnya, langkah apa yang harus diambil agar bisa bersepakat,” ujarnya. Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, rencana teknis tidak bisa dilakukan langsung, melainkan perlu keterlibatan sejumlah unsur sempat sebagai bahan pertimbangan.
“Nanti kita akan bicarakan lagi. Pada prinsipnya mereka mau, namun segala sesuatu harus dibahas kembali, karena mereka merasa memiliki sertifikat,” jelasnya.
Menurutnya Ketua DPC Partai Gerindra Banjarmasin ini, faktor anggaran bukan kendala. Namun, ia ingin langkah dari pemerintah tidak menimbulkan kerugian bagi para pedagang.
“Pemerintah bisa saja berkhayal mau seperti apa karena uangnya ada, tinggal bagaimana presentasi ke DPRD agar anggaran bisa dilaksanakan,” tegas Yamin.
Eks Ketua DPRD Banjarmasin ini memastikan pembahasan revitalisasi Pasar Ujung Murung terus dilakukan secara bertahap.
Menurut Yamin, revitalisasi pasar bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya memajukan wajah Kota Banjarmasin, khususnya dalam menciptakan pusat perdagangan yang lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
“Revitalisasi ini untuk kemajuan Kota Banjarmasin. Kita ingin pedagang nyaman, konsumen yang datang juga nyaman,” katanya.
Sebab, di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, pasar tradisional juga perlu dibenahi agar mampu berkembang dan memberikan pengalaman belanja yang lebih baik.
Karena itu, konsep revitalisasi yang disiapkan nantinya akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari desain bangunan, fungsi pasar, hingga dampaknya terhadap para pedagang agar tidak menimbulkan kerugian.
“Termasuk seperti apa gambar bangunannya, konsepnya bagaimana, yang paling penting tidak merugikan pedagang,” tegasnya.
Gambaran pasar yang dibangun tidak hanya jadi pusat perdagangan konvensional, melainkan sekaligus mencerminkan ikon destinasi pusat Kota Seribu Sungai.
Jika rencana ini berhasil direalisasikan, Pasar Ujung Murung akan menjadi proyek contoh bagi revitalisasi pasar tradisional lainnya di Kota Banjarmasin.
Editor : Arif Subekti