Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Perbaikan Dianggap Sia-sia, DPRD Banjarmasin Dukung Relokasi SDN Sungai Jingah 4

Endang Syarifuddin • Senin, 20 April 2026 | 11:54 WIB
Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Rian Zulfikar.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Rian Zulfikar.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Rencana relokasi SDN Sungai Jingah 4 Banjarmasin mulai mendapat dukungan dari legislatif.

Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Rian Zulfikar, menilai opsi pemindahan sekolah tersebut sebagai langkah rasional, menyusul rencana pengembangan kawasan Taman Edukasi Jahri Saleh.

Menurut Rian, pada prinsipnya DPRD mendukung setiap kebijakan pemerintah kota yang mengedepankan kepentingan publik, terutama keselamatan dan kenyamanan siswa.

Namun, ia mengingatkan agar kebijakan relokasi dilakukan secara matang dan tidak tergesa-gesa.

“Informasi awal yang kami terima, rencana sebelumnya adalah perbaikan karena kondisi bangunan rusak berat. Tapi dengan adanya program prioritas pengembangan kawasan, relokasi menjadi pertimbangan yang cukup rasional,” ujarnya, Senin (20/4/2026) usai pertemuan di ruang Komisi III.

Ia menilai, memperbaiki bangunan di lokasi lama berpotensi menjadi langkah yang tidak efektif apabila kawasan tersebut ke depan akan dialihfungsikan. Karena itu, relokasi ke lokasi yang baru dinilai sebagai solusi jangka panjang.

“Jangan sampai perbaikan di lokasi lama justru sia-sia jika kawasan itu nantinya dikembangkan,” tegasnya.

Meski demikian, politisi muda Partai Golkar ini memberi sejumlah catatan penting. Ia menekankan proses relokasi harus dilakukan secara transparan, termasuk kesiapan lahan pengganti yang benar-benar layak digunakan untuk pembangunan sekolah baru.

Dari sisi Komisi III, ada beberapa pertimbangan utama yang harus diperhatikan. Di antaranya kondisi bangunan yang sudah rusak berat, kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW), serta aspek keselamatan siswa.

Lokasi sekolah yang berada di tepi jalan, lanjutnya, memiliki tingkat risiko tersendiri. Karena itu, pemilihan lokasi baru harus mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan peserta didik.

Selain itu, kesiapan lahan pengganti juga menjadi kunci. Mulai dari luas lahan, legalitas, hingga kelayakan teknis harus diverifikasi secara menyeluruh sebelum proses relokasi dilakukan.

“Ini harus benar-benar dipastikan. Kami akan dorong pembahasan melalui rapat dengar pendapat dan juga kunjungan lapangan,” jelasnya.

Rian menambahkan, meski secara teknis pendidikan menjadi ranah Komisi IV sebagai mitra Dinas Pendidikan, Komisi III siap terlibat, terutama dalam aspek infrastruktur dan tata ruang.

“Kami siap mendukung dari sisi penganggaran hingga pengawasan, sepanjang dokumen perencanaan seperti DED, RAB, dan timeline disampaikan secara lengkap,” katanya.

Pengawasan, lanjutnya, akan dilakukan secara ketat untuk memastikan pembangunan sekolah tidak asal jadi. DPRD akan mengevaluasi dokumen perencanaan serta turun memantau ke lapangan. Tak kalah penting, kebutuhan ruang belajar juga harus menjadi perhatian. Dengan jumlah siswa yang cukup banyak, sekolah pengganti diperkirakan membutuhkan sedikitnya 18 rombongan belajar.

“Desainnya harus mengakomodasi kebutuhan itu, bahkan disiapkan untuk pengembangan ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar proses relokasi tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Disdik diminta menyiapkan skenario transisi yang jelas agar siswa tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman.

“Bisa dilakukan bertahap, siswa tetap di lokasi lama sampai sekolah baru dapat ditempati. Harus ada rencana darurat yang disiapkan,” tambahnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) juga telah mulai mengkaji opsi relokasi tersebut.

 Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menyebut rencana awal sebenarnya adalah melakukan rehabilitasi bangunan sekolah yang kini dalam kondisi rusak berat. Namun, adanya kebijakan pengembangan kawasan Taman Edukasi Satwa di eks Kebun Binatang Mini Jahri Saleh membuat arah perencanaan harus disesuaikan.

“Awalnya memang kita siapkan perbaikan, tapi karena ada program prioritas pengembangan kawasan Taman Edukasi Satwa di eks Kebun Binatang Mini Jahri, maka harus disesuaikan, opsi relokasi ikut dikaji,” ujarnya.

Menurut dia, posisi sekolah yang berada di sekitar area pengembangan membuat lahannya berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung proyek tersebut.

Karena itu, pihaknya mulai menyiapkan alternatif lokasi baru. Lahan pengganti yang disiapkan merupakan aset pemerintah yang saat ini masih dimanfaatkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Meski demikian, prosesnya masih berada pada tahap awal.

“Sekarang masih pengukuran. Kita pastikan dulu apakah luas lahannya mencukupi untuk kebutuhan sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika lahan yang tersedia belum memenuhi kebutuhan, tidak menutup kemungkinan dilakukan penambahan hingga pembebasan lahan di sekitar lokasi. Dari sisi kebutuhan, SDN Sungai Jingah 4 memiliki jumlah peserta didik yang cukup besar. Karena itu, pembangunan sekolah pengganti harus mampu mengakomodasi sedikitnya 18 rombongan belajar.

“Jangan sampai relokasi justru menurunkan kualitas layanan pendidikan. Itu yang kita jaga,” tegasnya.

Pemko menargetkan rencana ini mulai masuk tahap perencanaan pada perubahan anggaran tahun 2026, dengan harapan pembangunan sekolah pengganti dapat segera direalisasikan tanpa mengganggu proses belajar mengajar siswa. 

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #relokasi #legislatif