Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Distribusi Air Bersih Terancam Kemarau Panjang, PTAM Bandarmasih Diminta Menangani Secara Sistemik

Endang Syarifuddin • Sabtu, 18 April 2026 | 21:21 WIB
MUSIM KEMARAU: PTAM Bandarmasih menyiapkan skema pencampuran air baku guna menjaga distribusi tetap aman di tengah ancaman intrusi air laut.(Dok Radar Banjarmasin)
MUSIM KEMARAU: PTAM Bandarmasih menyiapkan skema pencampuran air baku guna menjaga distribusi tetap aman di tengah ancaman intrusi air laut.(Dok Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai diantisipasi serius oleh PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih. Sejumlah langkah mitigasi disiapkan untuk memastikan distribusi air bersih tetap aman bagi pelanggan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Hendra mengapresiasi langkah cepat PTAM. Namun, ia mengingatkan persoalan air baku di Banjarmasin bukan sekadar masalah musiman. “Ini persoalan struktural sebagai kota delta. Harus ditangani secara sistemik,” tegasnya.

Menurutnya, saat debit sungai menurun, intrusi air laut akan masuk dan langsung memengaruhi kualitas air bersih. Ia menilai langkah darurat seperti pencampuran air dan distribusi tangki memang penting, namun tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang.

Komisi II pun mendorong penyusunan roadmap ketahanan air jangka menengah dan panjang, termasuk diversifikasi sumber air, penguatan infrastruktur pengendali intrusi, serta pengelolaan air lintas sektor. “Ini layanan dasar yang tidak bisa ditawar. Harus jadi prioritas pembangunan,” tegasnya.

Direktur Utama PTAM Bandarmasih, Zulbadi mengungkapkan salah satu risiko utama yang diwaspadai pada musim kemarau Panjang adalah meningkatnya salinitas atau kadar garam di intake Sungai Bilu. “Kalau salinitas naik, tentu akan berdampak ke proses pengolahan air,” ujarnya, Jumat (17/4).

Untuk mengatasi hal tersebut, PTAM menyiapkan skema pencampuran (mixing) air baku dari dua sumber. Yakni IPA 1 Sungai Bilu dan IPA 2 dari irigasi Riam Kanan di Pematang Panjang. “Jika salinitas Sungai Bilu melewati ambang batas, suplai akan dikurangi dan digantikan dari IPA 2 yang airnya tawar,” jelasnya.

Selain itu, PTAM juga menyiapkan langkah darurat jika kemarau ekstrem terjadi, seperti distribusi air bersih langsung ke masyarakat menggunakan armada tangki. Meski begitu, kondisi saat ini masih relatif aman. Debit air dari hulu dinilai masih cukup kuat menahan intrusi air laut. “Alhamdulillah masih aman. Air laut belum masuk signifikan ke intake,” katanya.

PTAM juga mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi dini. “Kami harap pelanggan bisa lebih bijak menggunakan air agar distribusi tetap merata,” pesannya

Editor : Arief
#air bersih #kemarau #PTAM Bandarmasih