Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BPJS Tidak Aktif, Dirut RS Sultan Suriansyah Banjarmasin: Pasien Tetap Dilayani, Pembiayaan Belakangan

Endang Syarifuddin • Jumat, 17 April 2026 | 14:58 WIB
MENANGGUNG: Meski kartu BPJS tidak aktif, RS Sultan Suriansyah Banjarmasin tetap memberikan penanganan dengan menanggung sementara biaya pengobatan warga miskin. (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
MENANGGUNG: Meski kartu BPJS tidak aktif, RS Sultan Suriansyah Banjarmasin tetap memberikan penanganan dengan menanggung sementara biaya pengobatan warga miskin. (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Warga Banjarmasin tak perlu khawatir jika kartu BPJS Kesehatan mereka tidak aktif saat membutuhkan layanan medis. RS Sultan Suriansyah Banjarmasin memastikan pelayanan tetap diberikan.

Direktur Utama RS Sultan Suriansyah, dr Fajar Sukma Nan Agung menegaskan, kebijakan tersebut diambil agar masyarakat tetap mendapatkan penanganan tanpa terkendala administrasi.

“Prinsip kami, pasien tetap dilayani dulu. Soal administrasi dan pembiayaan bisa diselesaikan belakangan,” ujar Fajar usai pertemuan dengan Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, pasca seleksi ulang kepesertaan BPJS, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui status keaktifan kartunya. Kondisi itu kerap membuat proses administrasi terhambat saat mereka hendak berobat.

Di rumah sakit, lanjutnya, terdapat dua jalur pelayanan, yakni BPJS dan umum. Jika kartu BPJS pasien tidak aktif, maka sistem tidak dapat memproses melalui aplikasi BPJS dan otomatis dialihkan ke layanan umum.

“Kalau tidak aktif, tidak bisa masuk ke sistem BPJS, jadi masuk umum. Hal itu kota lakukan agar petugas tetap bisa memberikan pelayanan,” tegasnya.

Untuk masyarakat kurang mampu, pihak rumah sakit tetap memberikan keringanan dengan menanggung sementara biaya pengobatan. Selanjutnya, biaya tersebut akan diupayakan masuk dalam skema dana pendamping.

“Yang tidak mampu tetap kami cover dulu. Nanti kami ajukan ke dana pendamping,” jelasnya.

Fajar menyebut, data rumah sakit mencatat, sejak Januari hingga Maret 2026, total biaya yang telah ditanggung untuk pasien dengan BPJS tidak aktif mencapai hampir Rp286 juta. Jumlah itu mencakup sekitar 100 pasien, tergantung tingkat keparahan kasus masing-masing.

“Kurang lebih ada sekitar 100 pasien. Nilainya hampir Rp286 juta yang kami tanggung sementara,” ungkapnya.

Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah, seiring masih ditemukannya warga yang belum memahami status kepesertaan BPJS mereka. 

Karena itu, pihak rumah sakit menilai edukasi kepada masyarakat menjadi hal penting. Upaya sosialisasi akan ditingkatkan, baik melalui media sosial (medsos) maupun penyediaan petugas khusus di rumah sakit untuk membantu menjelaskan alur pelayanan.

“Kami akan perkuat edukasi, termasuk menyiapkan petugas yang bisa membantu menjelaskan kepada masyarakat terkait BPJS dan pelayanan di rumah sakit,” tandasnya.

Ia memastikan, manajemen rumah sakit tetap siap memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh warga.

“Yang penting penanganan pasien tetap berjalan. Karena masih ada masyarakat yang belum paham soal status BPJS mereka,” pungkas Fajar.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin #BPJS