RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Kenaikan harga kantong plastik semakin dirasakan oleh pedagang di Banjarmasin. Bukannya mengurangi penggunaan karena mahal, justru keuntunganlah yang direlakan berkurang.
Salah satunya diungkapkan Siti Aminah (45), pedagang beras di Pasar Kalindo, Banjarmasin Barat. Menurutnya, kenaikan tak bisa dibilang tipis, melainkan sangat terasa.
Ia mengaku, cukup banyak menggunakan kantong plastik. Terutama untuk membungkus beras dengan pembelian tergolong kecil atau diecer.
Dicontohkannya, satu bungkus kantong plastik merek once diperoleh dengan harga Rp5 ribu. Jika beli satu pack isi 10 bungkus harga yang seharusnya Rp50 ribu bisa lebih murah menjadi Rp48 ribu.
Sekarang, harga satu bungkusnya sudah Rp7 ribu. Jika beli satu pack, harganya memang lebih murah menjadi Rp65 ribu. “Namun tetap lebih mahal, dari Rp48 ribu menjadi Rp65 ribu,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Aminah menambahkan, kenaikan harga kantong plastik cukup menggerus modal, akibatnya keuntunganlah yang harus direlakan.
Pasalnya, ia sendiri tak berani menaikkan harga jual beras sembarangan demi menutupi modal. Padahal, jika pembelian tiga liter beras lebih, kantong plastik lazimnya diberi pelapis agar menghindari kebocoran.
“Naik Rp500 saja tidak berani, pasti pembeli tidak jadi. Apalagi beras yang cukup berat plastiknya harus dilapisi,” katanya.
Aminah menilai, hingga kini belum ada solusi yang lebih mungkin dipakaikan untuk pembeli selain kantong plastik karena lebih fleksibel, meski risikonya tidak ramah lingkungan.
Hal serupa juga disampaikan pedagang telur, Amin (54). Menurutnya, kantong plastik belakangan juga mengalami kenaikan yang signifikan.
Akibatnya, ia harus lebih mikir-mikir dalam memberi kantong plastik untuk pembeli telur. Sama halnya beras, telur juga dinilai harus diberi pelapis minimal dua lembar agar menghindari sobek dan kerugian bagi pembeli.
“Selapis tidak kuat dan bisa sobek, jadi tidak bisa pelit. Tapi risikonya keuntungan yang tergerus,” ucapnya.
Salah satu Ibu rumah tangga, Lamsiah (51) merasa pedagang memang tak pernah pelit untuk memberi kantong plastik.
Meski begitu, ia juga menilai menggunakan bakul ke pasar bukan solusi penuh menghindari penggunaan kantong plastik.
“Di dalam bakul juga diisi dengan kantong plastik, isinya dipisah. Tidak mungkin beras dicampur telur, kalau telurnya pecah bagaimana?” tuturnya.
Menurutnya, sejauh ini belum ada solusi yang lebih fleksibel untuk menarik minat menghindari penggunaan kantong plastik, terutama saat berberlanja beragam bahan pokok di pasar.
“Belum ada. Kantong plastik masih lebih nyaman,” tambahnya.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Noorsyahdi menyebut belum bisa memastikan penyebab kenaikan harga kantong plastik yang beredar.
“Kita belum mendapat informasi terkait pemicunya,” jelasnya.
Editor : Sutrisno