https://radarbanjarmasin.jawapos.comBANJARMASIN – Kinerja Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Domestik (Perumda PALD) kembali menjadi sorotan. Minimnya pertumbuhan pelanggan membuat Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, angkat bicara.
Orang nomor satu di Banjarmasin ini menegaskan manajemen baru harus segera berbenah. Ia bahkan memberi peringatan keras kepada direktur utama (Dirut) yang baru dilantik agar tidak bekerja biasa-biasa saja.
“Dirut yang baru ini harus melakukan pembenahan total dan bekerja lebih serius. Jangan hanya duduk di belakang meja, tapi harus turun langsung ke lapangan,” tegasnya.
Menurut Ketua DPC Gerindra ini menyoroti capaian penambahan pelanggan sepanjang 2025 yang minim. Ini menjadi indikator bahwa kinerja perusahaan daerah masih jauh dari harapan. Padahal persoalan sanitasi berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
hanya 141 sambungan menjadi indikator bahwa kinerja perusahaan masih jauh dari harapan. Padahal, persoalan sanitasi berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat Kota Seribu Sungai.
“Tahun lalu hanyab141 sambungan, ini jadi alarm. Artinya, ada yang belum maksimal. Edukasi ke masyarakat harus lebih masif, jangan pasif menunggu,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia juga menyoroti masih adanya aset Perumda PALD yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut di tengah kebutuhan peningkatan layanan sanitasi kota.
“Aset yang ada harus dioptimalkan. Kita sudah tanda tangani pakta integritas dan kontrak kinerja 2026. Jadi tidak boleh lagi hanya wacana, harus ada aksi nyata,” imbuhnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin ini menekankan jajaran manajemen yang baru agar memperluas cakupan layanan dengan cara jemput bola. Lakukan pendekatan yang masif di kawasan permukiman, pelaku usaha hingga instansi.
“Intinya harus proaktif. Datangi masyarakat, perusahaan, sosialisasikan pentingnya sanitasi. Jangan menunggu orang datang,” pintanya.
Merespon arahan wali kota, Direktur Perumda PALD terpilih, Endani Kastien, menyatakan siap menjalankan arahan tersebut. Ia mengakui kapasitas layanan yang tersedia saat ini masih jauh dari optimal.
“Dari laporan, kapasitas yang masih kosong sekitar 85,7 persen. Ini yang akan kami kejar dengan menambah pelanggan baru, terutama yang sudah dekat dengan jaringan pipa,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya akan menerapkan strategi jemput bola dengan memperkuat sosialisasi dan branding, termasuk melalui media sosial (medsos) serta pendekatan langsung ke perusahaan dan instansi.
“Kami akan turun ke lapangan, cek IPAL mereka, sekaligus memberikan pemahaman pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Selain itu, kami juga menyiapkan pengembangan usaha non-tarif untuk meningkatkan pendapatan,” pungkas Endani.(gmp)
Editor : Arif Subekti