RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA - Guna mendukung proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Banjarmasin, Pemerintah Kabupaten Banjar diminta meningkatkan suplai sampah hingga 100 ton per hari.
Hal tersebut dikarenakan operasional PSEL di Kota Banjarmasin masih terkendala pasokan bahan baku.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea mengatakan pihaknya siap menambah pasokan sampah hingga 100 ton per hari untuk mendukung kebutuhan tersebut.
Baca Juga: Pembinaan PKK Guntung Payung, Dorong Tertib Administrasi
Permintaan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama lintas daerah yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala pada Kamis (9/4/2026).
Dalam kesepakatan awal sebelumnya, kata Yudi, Kabupaten Banjar hanya menyuplai sekitar 60 ton per hari.
Namun, dalam perkembangannya DLH Kota Banjarmasin menilai bahwa jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan bahan baku untuk operasional PSEL di Kota Banjarmasin.
Baca Juga: Siswa SMAN 1 Barabai Ikuti Pelatihan Jurnalistik PWI HST
“Katanya kebutuhan bahan baku PSEL ini masih belum mencukupi. Karena itu, kita diminta meningkatkan suplai menjadi 100 ton per hari,” ungkap Yudi saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2026).
Dalam skema kerja sama itu, Kabupaten Banjar berperan sebagai salah satu pemasok utama sampah untuk menopang operasional fasilitas PSEL di Banjarmasin.
Yudi memastikan, dari sisi kapasitas, daerahnya mampu memenuhi permintaan tambahan tersebut.
Produksi sampah di Kabupaten Banjar saat ini mencapai hampir 400 ton per hari.
“Secara kemampuan kita bisa menyanggupi. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita dalam meningkatkan pengelolaan sampah agar lebih optimal,” katanya.
Menurutnya, penambahan suplai ini krusial untuk menjaga keberlanjutan operasional PSEL.
Baca Juga: Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polres HSU Tanam Jagung di Ponpes Darussalam
Sebab, jika pasokan bahan baku yang tidak stabil berpotensi menghambat proses pengolahan dan produksi energi.
“Permintaan dari DLH Kota Banjarmasin ini cukup membantu kita dalam pengolahan sampah di Kabupaten Banjar,” lugasnya.
Sebagai informasi, PSEL merupakan program strategis nasional yang bertujuan mengolah sampah menjadi energi listrik.
Baca Juga: Minarti Limantara: Pentingnya Kualitas Diri, Karir Cemerlang Berkat Inspirasi Hidup dari Ayah
Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, program ini juga diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah di perkotaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo menjelaskan proyek PSEL merupakan program nasional yang didorong Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup.
Program ini bertujuan mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.
“Ini gerakan dari Pemerintah Pusat agar sampah bisa ditangani secara tuntas dan dimanfaatkan menjadi energi listrik,” jelasnya.
Rahmat menyebutkan, agar dapat beroperasi optimal, PSEL membutuhkan pasokan minimal sekitar 700 ton sampah per hari. Karena itu, diperlukan dukungan dari beberapa daerah sekaligus.
“Kota Banjarmasin dipilih karena produksi sampahnya tinggi dan layak secara teknis maupun ekonomis. Namun, tetap perlu dukungan dari daerah sekitar,” katanya.
Baca Juga: Minarti Limantara: Pentingnya Kualitas Diri, Karir Cemerlang Berkat Inspirasi Hidup dari Ayah
Selain melibatkan kabupaten/kota sebagai pemasok sampah, proyek ini juga bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam pengelolaan energi listrik yang dihasilkan.
Saat ini, proyek PSEL di Banjarmasin masih dalam tahap perencanaan dan kajian teknologi.
Pemprov Kalsel, ujar Rahmat, akan terus melakukan monitoring untuk memastikan kesiapan seluruh pihak yang terlibat.
Baca Juga: Polres Tanah Bumbu: 6 Purna Bakti, 2 Kapolsek Pensiun
“Komitmen sudah ada. Ini langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan,” pungkas Rahmat.
Editor : Fauzan Ridhani