Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Genangan Dekat Jembatan Basirih Banjarmasin Tak Kunjung Surut, Gorong-gorong Mampet dan Sering Sebabkan Pengendara Jatuh

Zulvan Rahmatan • Kamis, 9 April 2026 | 15:57 WIB
Genangan air di Jalan Gubernur Soebardjo, Banjarmasin Selatan tak kunjung surut dan kerap menyebabkan pengendara motor terjatuh karena terdapat jalan yang rusak di baliknya.(Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Genangan air di Jalan Gubernur Soebardjo, Banjarmasin Selatan tak kunjung surut dan kerap menyebabkan pengendara motor terjatuh karena terdapat jalan yang rusak di baliknya.(Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN - Genangan air di Jalan Gubernur Soebardjo, tak jauh dari Jembatan Basirih, Banjarmasin Selatan tak kunjung surut.

Di balik genangan, juga terdapat jalan yang rusak, akibatnya kendaraan kerap terperangkap bahkan tak sedikit pengendara motor yang jatuh saat memaksa melintas.

Andi, pedagang di sekitar lokasi tersebut mengatakan, genangan air tersebut sudah bertahan lama dan sangat sulit kering.

Bahkan jika air pasang atau curah hujan tinggi, genangan tersebut bisa melebar dan membuat jalanan di sekitarnya becek.

“Ini sudah lama, bukan cuman pengendara motor yang jatuh, mobil pick up juga bisa terperangkap meski tidak lama,” ujarnya. Kamis (9/4/2026).

Di kawasan tersebut juga ditemukan gorong-gorong. Ia menduga, saluran pembuangan air tersebut mampet dan membuat genangan sulit kering meski cuaca kerap panas.

“Ini gorong-gorongnya sudah sering dikatakan mampet,” tambahnya.

Senada, Ketua RT setempat, Sugiarto menyebut permasalahan genangan di kawasan tersebut memang sudah cukup lama dan menyulitkan warga.

Ia menilai, kondisi jalan berpotensi rusak akibat tergenang air secara terus-menerus. Apalagi, di sana merupakan kawasan industri yang kerap dilintasi kendaraan besar.

“Pasti rusak, namanya jalan tergenang dan selalu dilalui,” katanya.

Sugiarto juga mengatakan, gorong-gorong di kawasan tersebut diduga tersumbat. Akibatnya, genangan sangat sulit hilang selain mengandalkan waktu dan panas matahari.

“Lebih cepat tergenang dibandingkan surut. Meski hari panas surutnya sangat lambat lebih sering tergenangnya,” ungkapnya.

Sementara itu, menurutnya, sejauh ini belum ada penanganan untuk gorong-gorong yang tersumbat. 

Meski demikian, ia mengaku sempat mendengar kabar bahwa kawasan tersebut sudah masuk rencana penanganan oleh pemerintah. Namun saat itu, ia belum menjabat Ketua RT, ia baru dilantik awal bulan barusan.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin Kartika Estaurina mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XI Kalimantan Selatan terkait kondisi tersebut.

Menurutnya, tim juga telah melakukan survei langsung ke lokasi untuk memastikan titik kerusakan. “Sudah ada koordinasi dengan Balai Jalan. Kami juga sudah survei ke lapangan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, konstruksi jalan di lokasi tersebut sebelumnya dikerjakan oleh BPJN Kaslsel dengan sistem rigid. Namun, kerusakan yang terjadi saat ini berada di bagian peralihan antara jalan pendekat dengan jembatan.

“Yang rusak itu di bagian pertemuan antara jalan pendekat dengan jembatan,” singkatnya. Selebihnya, ia belum menjawab terkiat penanganan genangan dan status jalanan yang melibatkan BPJN dalam rencana perbaikan.

Editor : Sutrisno
#banjarmasin