El Nino Godzilla Bikin Rentan Karhutla, Kemarau Ekstrem Mengancam Banjarmasin

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 10:28 WIB
MENUJU KEMARAU: Lahan kering di kawasan Banjarmasin rentan terbakar saat kemarau. (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
MENUJU KEMARAU: Lahan kering di kawasan Banjarmasin rentan terbakar saat kemarau. (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Ancaman kemarau ekstrem mulai menghantui Banjarmasin. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kemunculan fenomena El Nino berkategori kuat atau yang dijuluki Godzilla.

Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), anomali iklim tersebut berpotensi memicu durasi kemarau lebih panjang, lebih kering, suhu lebih panas daripada tahun-tahun normal.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin menegaskan masyarakat harus mulai bersiap sejak dini. Pasalnya, intensitas panas diprediksi meningkat tajam dengan curah hujan yang jauh berkurang.

“Ini bukan kemarau normal. Durasinya lebih panjang dengan tingkat kekeringan yang lebih tinggi. Jadi kewaspadaan harus dimulai dari sekarang,” ujarnya, Rabu (7/4).

Dikatakan, risiko kebakaran lahan menjadi salah satu dampak yang paling diwaspadai. Meski Banjarmasin tidak memiliki kawasan hutan luas, pengalaman sebelumnya menunjukkan kebakaran kerap dipicu aktivitas warga, seperti pembakaran sampah yang merembet ke lahan kering.

Berdasarkan data 2023, tercatat puluhan kejadian kebakaran di kota Banjarmasin. Vegetasi yang mengering saat kemarau membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah rawan, terutama lahan kosong yang ditumbuhi ilalang kering. Kawasan tersebut banyak ditemukan di Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Utara, khususnya di daerah perbatasan seperti Sungai Andai hingga Sungai Gampa yang berbatasan dengan Barito Kuala (Batola), serta Tanjung Pagar yang berbatasan dengan Kabupaten Banjar.

Selain itu, beberapa titik di Banjarmasin Timur juga masuk kategori waspada. “Lahan dengan vegetasi kering sangat mudah tersulut api. Apalagi saat suhu tinggi dan angin kencang, penyebarannya bisa sangat cepat,” jelasnya.

Selain ancaman kebakaran, warga juga diminta mewaspadai potensi berkurangnya ketersediaan air bersih. Penurunan debit sungai dapat memicu intrusi air laut yang berdampak pada peningkatan kadar garam di air baku.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu distribusi air bersih ke masyarakat. Karena itu, warga diimbau mulai menghemat penggunaan air dan menyiapkan cadangan air di rumah. “Kalau kualitas air menurun, tentu akan menyulitkan. Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk bijak menggunakan air dan menyiapkan tandon sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Berapa lama El Nino terjadi? Diperkirakan dampak El Nino mulai terasa pada Mei, dan mencapai puncaknya sekitar Agustus.

Namun, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Warga diminta segera melaporkan potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya melalui layanan 112 yang beroperasi selama 24 jam.

“Peran masyarakat sangat penting. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan,” pungkas Thamrin.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
Sumber : RADAR BANJARMASIN edisi cetak
karhutla kalimantan selatan banjarmasin kemarau