TPID Banjarbaru Gelar HLM, Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Idul Fitri

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 16:25 WIB
RAPAT:High Level Meeting (HLM) TPID Kota Banjarbaru digelar di Aula Gawi Seberataan, Rabu (11/3/2026) membahas strategi menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Idul Fitri 1447 H.(Foto:MC Banjarbaru)
RAPAT:High Level Meeting (HLM) TPID Kota Banjarbaru digelar di Aula Gawi Seberataan, Rabu (11/3/2026) membahas strategi menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Idul Fitri 1447 H.(Foto:MC Banjarbaru)

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Rabu (11/3/2026).

Pertemuan strategis yang berlangsung di Aula Gawi Seberataan tersebut mengusung tema “Sinergi Lintas Sektor Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan Menjelang HBKN Idul Fitri 1447 H di Kota Banjarbaru.”

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, yang mewakili Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby, mengatakan forum ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

“Melalui forum ini, kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi dalam merumuskan strategi pengendalian inflasi daerah, khususnya dalam memastikan ketersediaan stok pangan dan mengantisipasi potensi gejolak harga menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, pelaku usaha hingga berbagai pihak terkait menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Menurutnya, sejumlah langkah strategis disiapkan untuk menjaga stabilitas harga. Di antaranya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor, menggelar operasi pasar jika diperlukan, serta berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditas.

Selain itu, pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan harga dan stok bahan pangan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

“Diperlukan langkah yang terkoordinasi, terukur, dan tepat sasaran agar pasokan pangan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, serta harga di pasaran tetap stabil,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, peserta juga menerima paparan dari Perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan terkait outlook inflasi Kota Banjarbaru serta potensi dinamika harga menjelang Idul Fitri.

Sementara itu, Perum Bulog Provinsi Kalimantan Selatan turut menyampaikan kondisi stok dan kesiapan distribusi bahan pangan strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kegiatan HLM TPID ini juga dihadiri berbagai unsur penting daerah, di antaranya perwakilan Kodim 1006 Banjar, Polres Banjarbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru, serta jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Banjarbaru.

Melalui forum tersebut, berbagai potensi persoalan yang dapat memicu inflasi dibahas secara komprehensif, mulai dari rantai distribusi, ketersediaan stok pangan hingga strategi pengendalian harga di tingkat pasar.

Pemerintah Kota Banjarbaru optimistis, dengan sinergi lintas sektor yang kuat, stabilitas harga dan ketersediaan pangan dapat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah dengan lebih tenang.

Editor : Fauzan Ridhani
idul fitri Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemko Banjarbaru