BANJARBARU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru mendorong perubahan pola pengelolaan sampah, khususnya di kalangan pelaku usaha.
Langkah ini dilakukan seiring masih rendahnya tingkat pengelolaan sampah yang baru mencapai sekitar 11 persen.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Banjarbaru, Akhmad Arie Wijaya Abdur usai sosialisasi strategi pengelolaan sampah domestik, Selasa (7/4).
Ia mengatakan, pengelolaan sampah perlu dilakukan sejak dari sumber untuk menekan beban Tempat Penampungan Sementara (TPS) hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kalau tidak dikelola dari sumbernya, ke depan kita bisa menghadapi kondisi seperti di Banjarmasin, di mana TPA sudah tidak mampu lagi menampung,” ujarnya.
Menurutnya, pelaku usaha memiliki peran penting karena menjadi salah satu penyumbang sampah cukup besar, baik dari sektor kuliner, perhotelan, maupun kawasan wisata.
Karena itu, DLH mendorong agar setiap pelaku usaha mulai memilah sampah sejak awal. Selain mengurangi volume sampah, langkah ini juga dinilai bisa memberikan nilai tambah secara ekonomi.
“Sampah yang dipilah bisa diolah, misalnya menjadi kompos, bahkan bisa dijual kembali,” jelasnya.
Upaya ini juga diperkuat melalui kebijakan perizinan. Setiap usaha baru, termasuk perumahan, diwajibkan memiliki fasilitas pengelolaan sampah mandiri seperti TPS dan bank sampah.
“Ke depan, sampah tidak lagi dibuang secara utuh ke TPS, tapi harus dikelola di lingkungan masing-masing,” katanya.
DLH tetap menyiapkan sanksi bagi pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan, mulai dari teguran hingga penghentian operasional. Namun, pendekatan awal akan lebih difokuskan pada sosialisasi dan peningkatan kesadaran.
Di sisi lain, DLH mengakui usaha besar umumnya sudah memiliki sistem pengelolaan limbah yang baik. Tantangan justru berada pada usaha kecil dan warung tradisional yang masih perlu pendampingan.
"Melalui langkah ini, kami berharap pengelolaan sampah di Banjarbaru bisa semakin tertata dan berkelanjutan," pungkasnya.
Editor : Sutrisno