Sampah Menumpuk di Kawasan Wisata Siring, DLH Banjarmasin: Gegara TPS Penuh

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 10:46 WIB
WAJAH WISATA: Sejumlah titik tumpukan sampah terlihat di kawasan wisata Siring Tendean, Banjarmasin, Minggu (5/4). (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
WAJAH WISATA: Sejumlah titik tumpukan sampah terlihat di kawasan wisata Siring Tendean, Banjarmasin, Minggu (5/4). (Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Keterbatasan daya tampung TPA Banjarbakula membuat distribusi sampah tersendat, hingga menyebabkan penumpukan di berbagai Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengungkapkan kapasitas TPA yang hanya mampu menampung sekitar 200 ton per hari jauh dari cukup dibanding volume sampah yang dihasilkan warga. Akibatnya, saat TPA tidak beroperasi, pengiriman sampah terhenti dan TPS di sejumlah titik langsung penuh. “Kalau TPA tidak beroperasi, sampah otomatis tidak bisa dibuang. Itu yang membuat TPS jadi penuh,” ujarnya, Minggu (5/4).

Menghadapi kondisi ini, DLH bergerak cepat dengan mengoordinasikan berbagai tim di lapangan agar pelayanan tetap berjalan, meski dalam keterbatasan. Namun, langkah tersebut diakui masih bersifat sementara. Menurut Ichrom, solusi jangka panjang tidak bisa hanya fokus pada penanganan di hilir, tetapi harus dimulai dari hulu—yakni dari kesadaran masyarakat.

Ia mendorong warga untuk mulai memilah sampah dari rumah. Terutama tidak lagi membuang sampah organik ke TPS, melainkan mengelolanya secara mandiri.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat fasilitas pengolahan sampah. Saat ini, terdapat 17 unit TPS3R yang telah beroperasi dan dua unit lainnya masih dalam tahap pengembangan. Fasilitas tambahan seperti rumah cacah dan rumah pilah sampah juga tengah disiapkan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan.

Meski begitu, tantangan masih besar. Data DLH menunjukkan baru sekitar 21,36 persen sampah di Banjarmasin yang tertangani dengan baik. “Masalah sampah ini tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah. Perlu kesadaran bersama, terutama untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya. Kondisi ini menjadi peringatan serius: tanpa perubahan perilaku masyarakat, krisis sampah bisa semakin sulit dikendalikan. 

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
Sumber : RADAR BANJARMASIN edisi cetak
DLH Banjarmasin kalimantan selatan banjarmasin Banjarmasin Darurat Sampah Siring