Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kota Banjarmasin Kekurangan Pasokan Sampah untuk Program PSEL, Perlu 500 Ton Sampah Per Hari  

Endang Syarifuddin • Jumat, 3 April 2026 | 14:57 WIB
MASIH KURANG:Pemko Banjarmasin mengupayakan tambahan pasokan sampah untuk memenuhi kebutuhan minimal 500 ton per hari menjalankan program Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL).(Foto: Dok Radar Banjarmasin)
MASIH KURANG:Pemko Banjarmasin mengupayakan tambahan pasokan sampah untuk memenuhi kebutuhan minimal 500 ton per hari menjalankan program Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL).(Foto: Dok Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Program Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) di Kota Banjarmasin terkendala pasokan.

Dari kebutuhan minimal 500 ton sampah per hari, produksi sampah saat ini masih kurang 9 ton.

Pemko Banjarmasin terpaksa harus berburu sampah tambahan hingga ke Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola).

Baca Juga: Satpol PP Tertibkan PKL di Trotoar RTH Hasan Basri, Pedagang Diminta Pindah ke Area Parkir

“Memang ada selisih sekitar 9 ton dari kebutuhan minimal. Karena itu kami meminta dukungan dari kabupaten tetangga untuk membantu penambahan sampah,” ujar Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, Jumat (3/4/2026).

Langkah menggandeng dua kabupaten tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Pusat.

PSEL sendiri menjadi salah satu program prioritas nasional yang terus didorong percepatannya.

Baca Juga: Tiang Utama Jembatan Merah Putih di Sungai Harang Mulai Terpasang, Polres HST Kawal Pembangunan

“Koordinasi terus kita lakukan agar program ini bisa segera direalisasikan. Ini juga sesuai arahan Presiden agar penanganan sampah bisa lebih terintegrasi,” tegasnya.

Selain persoalan pasokan, Pemko Banjarmasin juga tengah mematangkan kesiapan lahan.

Rencananya, pembangunan fasilitas PSEL akan didukung pembiayaan dari Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Nazaruddin Pimpin IPF 2026–2031, Bertekad Bawa Pickleball Indonesia ke Pentas Internasional

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengungkapkan ada dua lokasi yang diusulkan untuk pembangunan PSEL.

Yakni di kawasan TPAS Basirih dengan luas sekitar 4-5 hektare, serta lahan di sekitar RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar yang memiliki luas sekitar 10 hektare.

“Kedua lokasi itu kita usulkan karena dinilai memenuhi kriteria. Terutama dari sisi luasan lahan dan akses pendukung,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati HSU Sahrujani Minta Pengelolaan MBG Transparan dan Utamakan Produk Lokal

Namun demikian, tidak hanya Banjarmasin yang mengajukan lokasi fasilitas PSEL tersebut.

Kabupaten Banjar dan Batola juga turut mengusulkan wilayahnya masing-masing.

Meski begitu, mantan Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin ini optimistis peluang Banjarmasin cukup besar.

Baca Juga: Andi Rudi Bawa Pulang Buku Berani Tidak Disukai dari Tanah Bumbu Expo 2026, Apa Isinya? 

Selain produksi sampah yang relatif lebih tinggi, letak geografis Kota Banjarmasin yang dekat dengan sungai menjadi nilai tambah tersendiri.

“Kita berharap Banjarmasin bisa terpilih. Di samping lokasi yang sesuai, produksi sampah kita juga lebih banyak. Tinggal kekurangan sedikit yang kita upayakan dari daerah sekitar,” katanya.

Di sisi lain, ia menegaskan upaya pengurangan sampah tetap menjadi prioritas.

Baca Juga: Saat Cerita Menjadi Pengalaman, Membaca yang Dihidupkan di Ruang Kelas SDN 1 Guntung Manggis

Terlebih, dalam skema PSEL nantinya, sampah yang digunakan lebih difokuskan pada jenis non-organik.

Sedangkan, sampah organik akan diolah menjadi kompos maupun pakan maggot.

Pemko Banjarmasin sendiri telah memiliki fasilitas rumah maggot sebagai bagian dari pengelolaan sampah berkelanjutan.

Baca Juga: 100 Hektar Sawah Rusak di Kabupaten Banjar Rusak, Akibat Genangan Air yang Tak Kunjung Surut

“Ke depan pemilahan sampah akan kita wajibkan, tidak hanya untuk masyarakat, tapi juga hotel, perusahaan, dan sektor lainnya. Ini penting agar pengelolaan sampah bisa lebih efektif,” pungkas Tezar.

Editor : Fauzan Ridhani
#Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) #produksi sampah #kabu asap #pemko banjarmasin #Kabupaten Barito Kuala