BANJARMASIN – Kondisi titian di Murung Selong, Kecamatan Banjarmasin Timur, semakin memprihatinkan. Akses utama warga sepanjang sekitar 500 meter itu rusak parah, dan disebut terus memakan korban.
Alih-alih diperbaiki permanen, jalur tersebut hingga kini masih dalam tahap perencanaan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.
Pantauan di lapangan, titian kayu dipenuhi lubang, papan lapuk, serta tambalan seadanya. Beberapa bagian bahkan rawan patah saat dilintasi. “Sudah banyak korbannya. Anak-anak sekolah juga ada yang jatuh saat melintas. Sangat berbahaya,” ujar Fahmi, warga setempat, Rabu (1/4).
Menurutnya, warga terpaksa melakukan perbaikan swadaya dengan iuran. Namun, upaya tambal sulam tersebut hanya bersifat sementara. Tidak mampu mengatasi kerusakan seluruhnya. “Namanya tambal sulam, pasti rusak lagi. Harusnya sudah diperbaiki permanen,” katanya.
Kekecewaan warga kian memuncak karena janji perbaikan yang disampaikan sejak 2024 belum juga terealisasi. Padahal sebelumnya, pada 2022, sekitar 900 meter titian telah diperbaiki. Namun sisa sekitar 500 meter hingga kini masih terbengkalai.
Proyek lanjutan sempat direncanakan oleh Disperkim Provinsi Kalimantan Selatan. Namun rencana itu dialihkan ke lokasi lain, sebelum akhirnya penanganan berpindah ke Disperkim Kota Banjarmasin dan kini berada di bawah PUPR Kota. Pergantian kewenangan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab molornya realisasi perbaikan.endang syar
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengakui proyek tersebut sudah masuk tahap perencanaan. “Rasanya sudah masuk perencanaan, tapi untuk detailnya saya lupa,” ujarnya.
Sementara warga berharap perbaikan segera direalisasikan sebelum kembali memakan korban
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : AriefSumber : RADAR BANJARMASIN edisi cetak